Berita

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi merangkap Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan/Net

Politik

Penimbun Dan Spekulan Obat Covid-19 Berhasil Diidentifikasi, Luhut: Kita Akan Sidak Pabrik Mereka!

SENIN, 05 JULI 2021 | 21:18 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Harga obat-obatan untuk terapi pasien Covid-19 belakangan hari melambung tinggi tak terkendali, dan membuat geram Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan.

Menurutnya, banyak perusahaan obat-obatan yang meraup keuntungan yang tinggi di tengah situasi lonjakan kasus positif pandemi Covid-19.

"Saya juga ingin mengimbau, satu setengah tahun sudah mengambil untung begitu banyak, masa sekarang ini masih terus begini,” ujar Luhut dalam jumpa pers PPKM Darurat secara virtual, Senin (6/7).


Luhut memastikan, perusahaan-perusahaan yang melakukan hal tersebut akan segera ditindak tegas lewat satu aturan ketat yang akan segera diterbitkan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ini mengungkap, pemerintah juga telah membuat aturan batas harga eceran tertinggi untuk obat-obatan penanganan pandemi Covid-19

"Pasti perusahaan itu tidak akan dirugikan, tapi jangan juga mengambil keuntungan dari kesulitan masyarakat,” imbuhnya.

Sebagi contoh, Luhut telah mencermati harga dari satu obat terapi pasien Covid-19 bernama Ivermectin, yang katanya dibanderol dengan harga cukup tinggi. Padahal obat cacing sapi tersebut mulanya dijual dengan harga di bawah Rp 10 ribu perstripnya.

"Dan sudah ada marginnya di sana itu (di dalam aturan yang dibuat). Jadi semua saya minta agar masuk akal,” tegasnya.

Lebih lanjut, Luhut menegaskan kepada para produsen obat yang menaikkan harga semaunya dan juga melakukan penimbunan, akan ditindak tegas oleh aparat keamanan.

"Saya tekankan apabila dalam tiga hari ke depan kami masih mendapatkan harga-harga obat cukup tinggi, atau terjadi kelangkaan, maka kami akan mengambil langkah-langkah tegas dengan merazia seluruh gudang-gudang mereka yang sudah kami identifikasikan keberadaannya,” tegasnya.

"Dan saya minta Kapolri dalam hal ini, dan kemudian Kapolda Metro dan Kejati, untuk melakukan patroli terhadap undang-undang obat yang sudah kita punya,” katanya menutup.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya