Berita

Inggris akan meninggalkan sejumlah pasukan khususnya di Afghanistan/Net

Dunia

Inggris Akan Tinggalkan Sejumlah Pasukan Khusus Di Afghanistan

SENIN, 05 JULI 2021 | 14:13 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Inggris akan meninggalkan sejumlah kecil pasukan khususnya di Afghanistan sebagai penasihat bagi militer di sana.

Dari laporan The Telegraph pada Senin (5/7), sejumlah kecil Special Air Service (SAS) dari Angkatan Darat Inggris akan tinggal di Afghanistan setelah penarikan pasukan barat dari negara itu.

Menurut seorang mantan prajurit SAS, pasukan khusus akan memberikan pelatihan kepada unit Afghanistan dan ditempatkan bersama mereka di lapangan sebagai penasihat.


Namun ia tidak menyebutkan berapa lama pasukan itu akan bertahan di sana.

"Selama mereka terus melihat nilai, mereka akan mempertahankan kekuatan di sana. Ini bukan tempat yang menyenangkan saat ini, orang takut dan memang seharusnya begitu," ujarnya.

Ia juga menyoroti upaya Taliban untuk mengambil alih kendali banyak distrik dan menunggu pasukan AS dan NATO pergi.

"Mereka membuat sangat jelas di setiap kesempatan bahwa perdamaian mereka dengan koalisi dan bukan pemerintah Afghanistan. Negara ini akan meledak," jelasnya.

Sumber militer mengatakan, Perdana Menteri Boris Johnson akan membuat keputusan resmi tentang masalah ini selama pertemuan Dewan Keamanan Nasional.

Sementara itu, pada Jumat (2/7), The Guardian melaporkan bahwa Inggris akan menarik pasukan terakhirnya dari Afghanistan dalam beberapa hari ke depan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya