Berita

Anggota Komisi VI DPR, Amin Ak/Net

Politik

Harga Tabung Oksigen Medis Melambung Tinggi, Politikus PKS: Jangan Tambah Berat Beban Masyarakat

SENIN, 05 JULI 2021 | 09:44 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Peningkatan kasus Covid-19 berdampak langsung dengan kelangkaan tabung oksigen. Padahal, tabung oksigen ini sangat dibutuhkan pasien yang harus dirawat dengan menggunakan ventilator.

Untuk itu, anggota Komisi VI DPR, Amin Ak, meminta para penjual tabung oksigen tak menaikkan harga jual di luar nalar. Amin meminta pedagang dapat berempati terhadap masyarakat yang harus dirawat karena terpapar Covid-19 dengan tidak menambah berat beban mereka.

"Naiknya permintaan atau omzet saja sudah untung besar kok, janganlah ditambah dengan menaikkan harga secara tidak wajar," kata Amin Ak melalui keterangannya di Jakarta, Senin (5/7).


Hal ini disampaikan Amin setelah mendapatkan laporan bahwa di sejumlah daerah ada yang menaikkan harga tabung gas oksigen 3 hingga 4 kali lipat dari harga normal. Ini jelas merupakan fenomena aji mumpung yang seharusnya tidak dilakukan di tengah masyarakat yang tengah kesulitan.

Amin juga mendesak Satgas Covid-19 dari pusat hingga daerah untuk mengedukasi masyarakat agar tidak perlu panik dan membeli tabung gas jika kondisi memang sangat diperlukan.

"Pembelian langsung oleh masyarakat umum secara besar-besaran berdampak pada terganggunya pasokan untuk rumah sakit, khususnya tabung gas kecil. Masyarakat juga harus mendahulukan pasien Covid-19 yang memang kondisinya sudah berat,” terang politikus PKS ini.

Selain itu, Satgas juga harus lebih ketat mengawasi perilaku aji mumpung sebagian pengusaha tabung oksigen medis dan isi ulangnya.

Agar pasokan tetap terjamin, Amin juga meminta Kementerian Perindustrian untuk memaksimalkan produksi oksigen medis sesuai kapasitasnya.

Saat ini utilitas rata-rata industri gas oksigen medis baru mencapai 75 persen dari kapasitas terpasang sebesar 866.100 ton/tahun. Artinya masih ada idle capacity sekitar 216.500 ton/tahun.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya