Berita

Kantor Komisioner Kemenlu China Wilayah Hong Kong/Net

Dunia

Kantor Komisioner Kemenlu China Wilayah Hong Kong Kecam Laporan AS Tentang Perdagangan Manusia 2021

SENIN, 05 JULI 2021 | 08:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah Turki, kini giliran Kantor Komisioner Kementerian Luar Negeri China di Wilayah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR) yang menentang 'Laporan Perdagangan Manusia 2021' yang baru-baru ini dirilis oleh Departemen Luar Negeri AS.

Dalam pernyataannya, juru bicara kantor tersebut mengatakan bahwa mereka sangat tidak setuju dan dengan tegas menentang tuduhan yang dibuat-buat dalam laporsn tersebut, yang menurutnya berisi fitnag tentang undang-undang keamanan nasional di Hong Kong untuk mencoreng upaya dan pencapaian HKSAR dalam memerangi perdagangan orang.

"Laporan itu mengabaikan fakta, berbau bias politik, dan merupakan bagian dari skema hina untuk memanfaatkan setiap kesempatan yang mungkin untuk menjelekkan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong," kata juru bicara kantor tersebut, seperti dikutip dari CGTN, Minggu (4/7).


Juru bicara itu juga menunjukkan bahwa undang-undang keamanan nasional di Hong Kong menargetkan kejahatan yang sangat membahayakan keamanan nasional.

"Ini menghukum segelintir kecil penjahat sambil melindungi sebagian besar penduduk, dan sama sekali tidak menghalangi pertukaran dan kerja sama normal antara pemerintah HKSAR dan komunitas Hong Kong, termasuk organisasi non-pemerintah," katanya.

"Amerika Serikat memiliki catatan terkenal untuk perdagangan manusia, di mana banyak kasus kerja paksa dan perdagangan manusia," kata juru bicara itu.

Tetapi, katanya, alih-alih merenungkan dirinya sendiri, Amerika Serikat telah sibuk menuding dan mendikte orang lain, dan bahkan telah mendistorsi kebenaran dengan tuduhan palsu untuk melayani agenda politik tersembunyinya.

"Itu adalah kemunafikan dan tidak tahu malu," ujarnya.

Juru bicara itu menekankan bahwa urusan Hong Kong adalah urusan internal China, yang tidak boleh diganggu oleh kekuatan eksternal.

Juru bicara itu kemudian mendesak pihak AS untuk mengelola urusannya sendiri dengan baik, segera menghentikan fitnah jahat terhadap undang-undang keamanan nasional di Hong Kong. Dia juga mendesak agar Amerik menghentikan kinerja membosankan yang mendiskreditkan pemerintah HKSAR dalam bentuk apa pun dan dengan dalih apa pun.

Sebelumnya, Turki juga mengecam keras terbitnya laporan tersebut, dan menilai itu mengandung asumsi tidak berdasar.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya