Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Heboh AS Luncurkan Satelit Rahasia, Ternyata Milik Jepang

MINGGU, 04 JULI 2021 | 07:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Awal bulan ini, muncul kabar Amerika Serikat (AS) telah meluncurkan satelit dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) secara diam-diam. Hal itu memicu banyak pertanyaan di publik.

Pada 1 Juli, situs space-track.org mengidentifikasi ISS telah meluncurkan satelit rahasia yang dikatalogkan sebagai BD-28, dengan kode negara Amerika.

Beberapa orang mempertanyakan perilisan tersebut. Seorang astronom, Jonathan McDowell menyebut, kemungkinan satelit itu milik perusahaan swasta AS yang aktivitasnya tidak ingin menarik perhatian.


Namun pada Jumat (2/6), Komando Luar Angkasa AS (USSPACECOM) mengklarifikasi informasi tersebut.

Direktur USSPACECOM, Letnan Kolonel Erin Dick menuturkan, satelit rahasia itu sebenarnya adalah CubeSat milik Jepang yang keliru didaftarkan denagn kode pelacakan ruang angkasa sebagai objek Amerika.

"Ternyata ada kesalahan pada apa yang diposting di space-track.org, dan sejak itu telah diperbarui. BD-28, juga disebut sebagai G-Satellite 2, adalah CubeSat Jepang. Kode negara untuk BD-28 akan diperbarui ke JPN," ujarnya.

CubeSats adalah satelit mini yang digunakan untuk penelitian luar angkasa yang beratnya mencapai 3 pon dan berbentuk kubus.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya