Berita

Ketua Komisi V DPR RI Lazarus/Net

Politik

Ketua Komisi V Yakin Keputusan Tidak Tutup Perbatasan Sudah Didasarkan Pada Data

JUMAT, 02 JULI 2021 | 13:25 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Langkah pemerintah tidak menutup gerbang perbatasan Indonesia di tengah melonjaknya angka korban positif pandemi Covid-19 di sejumlah wilayah menuai kritik pedas dari masyarakat. Apalagi pemerintah akan menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali.

Namun demikian, Ketua Komisi V DPR RI Lazarus menilai bahwa perlu atau tidaknya menutup pintu masuk ke Indonesia harus didasarkan data lengkap penyebaran pandemi Covid-19.

Khususnya, sejauh mana perpindahan orang lewat darat, laut, dan udara bisa memungkinkan terjadinya penyebaran.


“Sebetulnya data di pemerintah itu kan lengkap, semua terukur, bahwa semua itu data, semua kebijakan diambil, pasti basisnya data,” ucap Lazarus kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (2/7).

Politisi PDI Perjuangan ini menilai jika harus menutup, maka perlu dilihat data di lapangan angka penyebaran Covid-19 terjadi karena masuknya WNA ke Indonesia atau domestik yang melakukan perjalanan antar kota antar provinsi menjadi penyebab meluasnya penyebaran pandemi atau tidak.

“Kalau kita buka terjadi penyebaran, kalau tidak terjadi penyebaran enggak usah ditutup,” tegasnya.

Menurut Lazarus, bagaimanapun jika ada yang ditutup pasti ada yang terganggu. Termasuk roda ekonomi akan terganggu.

Padahal, sambungnya, Indonesia sedang coba menyeimbangkan bagaimana kebijakan yang diambil seminimal mungkin dampaknya bagi perekonomian masyarakat.

Baginya yang menjadi persoalan adalah sudah sejauh mana pemerintah menghimpun data yang ada, sehingga bisa mengeluarkan kebijakan yang bisa tepat sasaran.

"PPKM Darurat ini pasti kan tujuannya menekan penyebaran Covid-19 ini kan, kalau itu tujuan utamanya tinggal dilihat,” katanya.

Jika fokus pemerintah untuk menekan angka penyebaran pandemi Covid-19, lanjut Lazarus, maka mau tidak mau pemerintah perlu untuk menutup jalur perbatasan dan pintu masuk ke Indonesia.

“Apa boleh buat kalau kita harus menutup penerbangan misalnya gitu, jalur mana? Merah ke hijau misalnya, atau merah ke kuning atau apalah gitu, kalau itu bisa menekan ya tutup, “tegasnya.

Dia menambahkan selama pengamatannya, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam penangan pandemi Covid-19 ini sangat ambigu, sehingga terkesan tidak sigap dalam menangani virus berbahaya dari Wuhan, China tersebut.

“Dari dulu kita kan ambigu itu saya bilang, karena ambigu ini ya sudahlah mengalir saja,” tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya