Berita

Politikus PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus/Net

Politik

Bisa Kurangi Beban Nakes, Politikus PDIP Minta Pemerintah Bagikan Suplemen Dan Obat-obatan Ke Masyarakat

JUMAT, 02 JULI 2021 | 11:20 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Peningkatan kasus positif Covid-18 yang melonjak tinggi beberapa waktu belakangan ini membuat banyak rumah sakit yang tak mampu lagi menampung pasien. Bahkan, para tenaga kesehatan (nakes) yang ada pun mulai kewalahan karena jumlah pasien yang sangat melonjak dalam waktu yang bersamaan.

Untuk itu, pemerintah didorong untuk segera membagikan suplemen dan obat-obatan kepada warga yang membutuhkan agar kekebalan warga yang sehat bisa lebih meningkat. Sehingga tak banyak yang harus dirawat di rumah sakit.

"Investasi dengan memberikan masker, suplemen seperti imboost, vitamin bersifat antioksidan seperti vitamin C, D, dan E, serta obat yang diharapkan dapat menjadi 'benteng pertahanan' tubuh rakyat seperti Ivermictin, Avimac, atau bahkan Avigan, sesuai saran dari otoritas kesehatan," tutur anggota Komisi VI DPR RI, Deddy Yevri Sitorus, melalui keterangannya di Jakarta, Jumat (2/7).


Deddy kemudian menjelaskan, jika masyarakat kuat menghadapi serangan virus hingga tak perlu dirawat, maka biayanya jauh lebih rendah. Ini juga akan meringankan beban serta risiko para tenaga kesehatan.

Politikus PDI Perjuangan ini juga meminta agar edukasi terhadap warga harus terus diberikan. Terutama untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan tidak terburu-buru minta dirawat ketika dinyatakan positif Covid-19.

Menurut anggota DPR asal dapil Kalimantan Utara ini, warga perlu dibekali pengetahuan soal langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terpapar. Bisa paham di tingkat mana mereka harus mendapatkan perawatan intensif.

"Dengan demikian fasilitas pelayanan kesehatan tidak mengalami tekanan akibat meningkatnya jumlah penderita," jelasnya.

Deddy menekankan bahwa jenjang, sistem, dan petugas yang telah terbentuk melalui mekanisme BPJS juga bisa digunakan untuk pemantauan kondisi warga yang tertular.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya