Berita

India Zydus Cadila mengajukan permohonan untuk Persetujuan Penggunaan Darurat (EUA) untuk vaksin Covid-19 buatan mereka/Net

Dunia

Raksasa Farmasi India Ini Cari Lampu Hijau Untuk Vaksin Covid-19 Tiga Dosis

KAMIS, 01 JULI 2021 | 23:05 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Di tengah perkembangan vaksin Covid-19 demi mengendalikan pandemi, sebuah perusahaan obat besar di India, yakni India Zydus Cadila mengajukan permohonan untuk Persetujuan Penggunaan Darurat (EUA) untuk vaksin Covid-19 buatan mereka.

Namun ada yang berbeda dari vaksin buatan mereka. Pihak perusahaan mengklaim bahwa vaksin Covid-19 buatan mereka adalah vaksin DNA plasmid pertama di dunia dan memerlukan tiga dosis dalam pemberiannya.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (1/7), pihak perusahaan mengatakan baha mereka telah melakukan ujicoba vaksin Covid-19 terbesar di India hingga saat ini ketika menguji efektivitas dan keamanan suntikan barunya.


Ujicoba tersebut berlangsung selama gelombang infeksi baru-baru ini yang disebabkan oleh varian Delta.

Bukan hanya itu, pihak perusahaan mengatakan bahwa mereka telah mendaftar ke regulator medis India dengan hasil yang kuat demi mendapatkan lampu hijau untuk penggunaan darurat.

Mereka mengklaim bahwa vaksin mereka telah terbukti efektif melawan beberapa jenis varian baru dari virus corona, termasuk varian Delta yang pertama kali diidentifikasi di India.

Vaksin tersebut juga telah diujicobakan pada remaja berusia 12-18 tahun di negeri Bollywood tersebut.

Pihak Zydus juga mengklaim bahwa vaksin tersebut 66,6 persen efektif dalam mencegah kasus positif RT-PCR bergejala dalam analisis sementaranya.

Zydus mengklaim, teknologi DNA plasmid yang mereka gunakan sangat cocok untuk mengalahkan Covid-19 karena dapat dengan mudah diadaptasi. Vaksin bekerja dengan cara menyuntikkan plasmid rekayasa genetika yang mengandung urutan DNA patogen.

"Terobosan ini menandai tonggak penting dalam inovasi ilmiah dan kemajuan teknologi,” katadirektur pelaksana Cadila Healthcare, Dr. Sharvil Patel, seperti dikabarkan Russia Today.

Pernyataan itu menambahkan bahwa itu adalah vaksin intradermal, yang berarti dapat diberikan menggunakan sistem bebas jarum PharmaJet. Sistem tersebut dapat mengirimkan vaksin ke kedalaman jaringan intramuskular dan subkutan tanpa jarum.

Jika disetujui, maka vaksin Zydus, yang akan menjadi vaksin Covid-19 kelima yang disetujui di India.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya