Berita

Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid/Net

Politik

Ketua Komisi I DPR Ingin TNI All Out Dukung Penerapan PPKM Darurat

KAMIS, 01 JULI 2021 | 15:54 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Politisi di DPR RI mendukung keputusan pemerintah untuk memberlakukan PPKM Mikro Darurat di Pulau Jawa dan Bali selama 3 minggu ke depan yang mulai berlaku per 3 Juli 2021.

Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid mengatakan, kebijakan tersebut penting untuk dilakukan saat ini guna menekan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Pulau Jawa dan Bali, yang mengalami lonjakan drastis pada satu bulan terakhir.

Secara khusus, Meutya juga berharap prajurit TNI dapat bekerja all out untuk mendukung penuh pelaksanaan PPKM Darurat di sejumlah wilayah di Jawa dan Bali.


"Peran TNI tidak hanya diperlukan untuk membantu pelaksanaan PPKM Darurat saja, namun juga krusial dalam membantu pemerintah dalam mencapai target vaksinasi satu juta per hari, khususnya di Pulau Jawa dan Bali," ujar Meutya kepada wartawan, Kamis (1/7).

Lanjut Meutya, melihat kondisi saat ini, tidak ada alasan bagi pihak manapun untuk tidak bekerja keras dalam memutus rantai penyebaran Covid-19, yang belakangan melonjakan tidak terkendali.

"Melihat kondisi yang ada, kita tidak bisa lagi tidak all out dalam upaya meningkatkan pertahanan kita dalam melawan pandemi Covid-19 ini, yang salah satunya dapat dilakukan melalui percepatan dan peningkatan jumlah vaksinasi," tegasnya.

Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali seiring dengan terjadinya lonjakan kasus Covid-19, Kamis (1/7).

Pembatasan aktivitas masyarakat yang akan dilakukan dengan lebih ketat dibandingkan sebelumnya akan berlaku mulai 3 sampai 20 Juli 2021.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya