Aktivis perempuan melakukan demonstrasi menolak keluarnya Turki dari konvensi internasional untuk pencegahan kekerasan perempuan pada 19 Juni 2021/Reuters
Aktivis perempuan melakukan demonstrasi menolak keluarnya Turki dari konvensi internasional untuk pencegahan kekerasan perempuan pada 19 Juni 2021/Reuters
Keluarnya Turki dari konvensi tersebut oleh sebagian pihak dianggap karena Ankara tidak mengimplementasikannya secara ketat.
Bagi kelompok konservatif dan partai penguasa, perjanjian itu merusak struktur keluarga dan bahkan dianggap mempromosikan homoseksualitas.
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51
Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35
Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28
Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53
Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40
Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53
Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31
Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53
Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06
Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36