Berita

Pemukiman di Tepi Barat/Net

Dunia

Capai Kesepakatan, Pemukim Ilegal Israel Di Tepi Barat Akan Angkat Kaki

KAMIS, 01 JULI 2021 | 14:44 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Israel telah mencapai kesepakatan dengan para pemukim Yahudi ilegal di Tepi Barat untuk meninggalkan pos pemukim Givat Eviatar.

Kesepakatan akhirnya dicapai setelah pembicaraan antara militer, pemerintah, dan pemukim selama beberapa hari.

Berdasarkan kesepakatan yang dicapai bersama Perdana Menteri Naftali Bennett dan Menteri Pertahanan Benny Gantz, para pemukim harus meninggalkan pemukiman Givat Eviatar paling lambat pada Jumat (2/7) pukul 4 sore waktu setempat.


Pemerintah berjanji untuk mendapatkan legalitas atas tanah dan membangun pemukiman di Yeshiva sebagai tindak lanjut.

Pemukiman Givat Eviatar didirikan tanpa izin pemerintah Israel pada Mei dan saat ini menjadi rumah bagi lebih dari 50 keluarga.

Militer Israel kemudian memerintahkan agar pemukim meninggalkan kawasan tersebut karena memicu pertengkaran baru dengan Palestina dan dapat menggoyahkan koalisi Bennett.

"Kami akan melanjutkan kegiatan populer (protes) sampai pemukiman dikeluarkan dan tanah kami dikembalikan kepada kami," ujar wakil walikota Beita di Palestina, Moussa Hamayel.

Selama aksi protes, tentara Israel telah menembak mati lima warga Palestina.

Pemimpin pemukim Yossi Dagan mengatakan pihaknya telah sepakat untuk meninggalkan wilayah tersebut dengan rekomendasi agar rumah mereka tidak dibongkar.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya