Berita

Kepala Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat Andi Arief/Net

Politik

Andi Arief: Penjelasan Jokowi Masih Membahayakan Demokrasi

RABU, 30 JUNI 2021 | 12:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Jawaban Presiden Joko Widodo atas kritik Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang mengunggah meme “Jokowi: The King of Lip Service” menjadi sorotan publik.

Tidak sedikit yang menyatakan bahwa jawaban itu normatif, ada juga yang mempertanyakan mengapa Jokowi menyinggung tata krama dalam mengkritik.

Bagi Kepala Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat Andi Arief, pernyataan Jokowi itu tidak memberi jawaban apapun atas apa yang dikritik oleh BEM UI.


Di mana dalam kritiknya, BEM UI turut menjabarkan sejumlah data dan fakta sehingga bisa menyimpulkan bahwa Jokowi adalah raja lip service.
 
“Penjelasan Pak Jokowi tidak menyentuh substansi kritik soal king of lip service,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (30/6).

Sebaliknya, Andi Arief menilai pernyataan Jokowi yang menyinggung tentang tata krama dan budaya sopan santun   justru memberi makna lain yang negatif. Seolah Jokowi sedang menebar peringatan agar berhati-hati soal etika dan tatakrama.

“Kesimpulan saya, penjelasannya masih membahayakan demokrasi,” kata Andi Arief.

Adapun jawaban lengkap Presiden Jokowi soal “Jokowi King of Lip Service” adalah sebagai berikut:  

“Iya, itu kan sudah sejak lama ya. Dulu ada yang bilang saya ini klemar-klemer, ada yang bilang juga saya itu plonga-plongo, kemudian ganti lagi ada yang bilang saya ini otoriter, kemudian ada juga yang ngomong saya ini 'bebek lumpuh', dan baru-baru ini ada yang ngomong saya ini 'Bapak Bipang', dan terakhir ada yang yang menyampaikan mengenai 'The King of Lip Service'.

Ya saya kira ini bentuk ekspresi mahasiswa dan ini negara demokrasi, jadi kritik itu boleh-boleh saja dan universitas tidak perlu menghalangi mahasiswa untuk berekspresi.

Tapi juga ingat, kita ini memiliki budaya tata krama, memiliki budaya kesopansantunan. Ya saya kira biasa saja, mungkin mereka sedang belajar mengekspresikan pendapat. Tapi yang saat ini penting, ya kita semuanya memang bersama-sama fokus untuk penanganan pandemi Covid-19”.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya