Berita

Lambang KNPI/Net

Politik

DPP KNPI Titip Catatan Tentang Sultra Untuk Jokowi

RABU, 30 JUNI 2021 | 11:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Musyarawah Nasional (Munas) VIII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) akan dibuka langsung oleh Presiden Jokowi pada sore ini, Rabu (30/6).

Seiring kedatangan Jokowi ke Sultra tersebut, Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) menitipkan catatan kecil kepada Jokowi tentang kondisi yang terjadi di Sultra berdasarkan amatan mereka.

Fungsionaris DPP KNPI, Amar Maruf mengurai bahwa titipan catatan itu berkaitan dengan penambang ilegal dan penambang yang tidak membayar kewajiban pajak yang terjadi di Sultra.


"Jika tidak bisa ditangkap mohon untuk lebih dirapihkan. Di tempat bapak (Jokowi) membuka kegiatan kayaknya agak ramai nanti itu," ujarnya kepada wartawan.

Wasekjen PB HMI itu memberi contoh dugaan korupsi izin pertambangan yang menyeret dua anak buah Gubernur Sultra Ali Mazi.

Mereka adalah Y, mantan Kepala Bidang (Kabid) Mineral dan Batubara (Minerba) Dinas ESDM Sultra yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sementara tersangka kedua adalah mantan Pelaksana tugas Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sultra ( Kadis ESDM Sultra), B.

Saat ini keduanya memang sudah dimasukkan ke penjara, namun Amar Maruf meminta agar kasus tersebut diusut hingga ke akar.

"Penegak hukum jangan setengah-setengah kalau menangkap, cari sampai ke akar-akarnya, tidak ada api tanpa asap,” ujarnya.

Kedua, dia meminta agar, Provinsi Kepulauan Buton, Konawe Timur, dan Konawe Timur Laut segera dimekarkan untuk kesejahteraan masyarakat.

"Jangan hanya nikelnya yang disuka, sekali-kali dikasihlah pula menteri untuk Sultra, sekalian pengusaha ;okal tolong diperhatikan juga Pak " tuturnya.

Sebagai pemuda yang berasal dari Sultra, Amar Maruf memastikan dirinya tidak menolak kedatangan Jokowi. Hanya saja, dia ingin catatan ini diperhatikan secara seksama.

"Izin menitipkan beberapa catatan kecil itu kiranya bisa dipertimbangkan," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya