Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Jokowi Singgung Tata Krama Mengkritik, Pengamat: Soeharto Juga Sering Bilang Begitu

RABU, 30 JUNI 2021 | 09:42 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Bantahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap kritik dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang menyebutnya "The King of Lip Service" terkesan normatif.

Pengamat politik Jamiluddin Ritonga bahkan menilai tidak ada yang istimewa dari respon Jokowi tersebut.

“Semuanya normatif, yang memang selayaknya disampaikan seorang pemimpin di negara yang menganut demokrasi," ujar Jamiluddin kepada wartawan, Rabu (30/6).


Menurutnya, di negara demokrasi, seperti Indonesia, kebebasan berpendapat memang dilindungi oleh negara. Karena itu, dia menilai normal saja jika Jokowi mengatakan universitas tidak perlu menghalangi mahasiswa untuk berekspresi.

"Justru akan aneh kalau Jokowi mengatakan sebaliknya. Jokowi malah akan dinilai keluar dari koridor negara demokrasi," katanya.

Jamiluddin menambahkan, peringatan Jokowi yang menyinggung masalah budaya tata krama dan nilai sopan santun atas kritikan BEM UI tersebut juga sudah kerap disampaikan presiden sebelumnya.

"Soeharto termasuk yang sering menyatakan hal itu dalam berbagai kesempatan," cetusnya.

Masalahnya, kata Jamiluddin, ukuran tata krama dan nilai sopan santun yang dimaksudkan Jokowi juga tidak serta merta sama untuk semua etnis di Indonesia. Misalnya, menurut etnis batak atau Minang, belum tentu sopan menurut etnis Jawa.

"Jangan sampai seseorang merasa sikap dan perilakunya masih pada koridor demokrasi, tapi pihak lain menilainya sudah tidak sesuai dengan tata krama dan nilai sopan santun. Hal ini tentu tidak baik bagi kemajuan demokrasi di Indonesia," pungkasnya.

Jokowi sebelumnya menanggapi kritikan BEM UI bukanlah kritikan yang pertama kali ia terima. Dikatakan, ada yang bilang kelemar-kelemer, plonga-plongo, otoriter hingga bebek lumpuh.

Atas dasar itu, Jokowi mengingatkan tentang prinisip sopan santun yang menjadi budaya berbangsa dan bernegara di Indonesia, dan harus diperhatikan dalam hal sosial.

"Tapi perlu diingat, kita ini memiliki budaya tata krama, memiliki budaya kesopansantunan, ya saya kira biasa saja," ujar Jokowi saat ditemui di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (29/6) kemarin.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya