Berita

Yunani akan mengizinkan orang yang sudah sepenuhnya divaksinasi terhadap virus corona, untuk berada di restoran tanpa mengenakan masker/Net

Dunia

Yunani Izinkan Orang Yang Sudah Divaksinasi Masuk Restoran Tanpa Masker

SELASA, 29 JUNI 2021 | 21:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Saat banyak negara di dunia sedang memperketat pembatasan di tengah kekhawatiran akan penularan virus corona, terutama varian Delta yang lebih menular, Yunani justru melonggarkan pembatasan.

Pemerintah Yunani pada Selasa (29/6) mengumumkan bahwa negara tersebut akan mengizinkan orang yang sudah sepenuhnya divaksinasi terhadap virus corona, untuk berada di restoran tanpa mengenakan masker.

Langkah ini dibuat bukan tanpa pertimbangan. Selain karena tingkat infeksi yang sudah turun, pelonggaran aturan ini dibuat untuk mendorong lebih banyak warga agar mau divaksin.


Saat ini diketahui lebih dari 30,2 persen dari populasi Yunani yang memenuhi syarat, telah divaksinasi sepenuhnya sejauh ini. Pemerintah Yunni sendiri menetapkan target untuk memvaksinasi 70 persen populasinya pada musim gugur ini.

Pasalnya, pemerintah Yunani juga tidak menutup mata akan ancaman dari penularan varian Delta.

"Target pertama adalah untuk memfasilitasi proyek vaksinasi. Untuk membawa sebanyak mungkin orang (ke pusat vaksinasi)," kata Menteri Negara bagian George Gerapetritis, seperti dikabarkan Channel News Asia.

Bukan hanya itu, mulai 15 Juli mendatang, warga yang sudah divaksinasi juga akan diizinkan masuk ke tempat olahraga untuk pertama kalinya, tetapi mereka harus mengenakan masker.

Sedangkan penggunaan masker masih akan diperlukan di bioskop.

Sementara itu, orang yang tidak divaksinasi sepenuhnya masih dapat memasuki restoran, teater, dan bioskop, tetapi harus menunjukkan tes cepat negatif.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya