Berita

Mantan presiden Afrika Selatan Jacob Zuma dijatuhi hukuman penjara selama 15 bulan oleh pengadilan tertinggi di negara tersebut/Net

Dunia

Menghina Penyelidikan Korupsi, Mantan Presiden Afsel Diganjar Hukuman 15 Bulan Penjara

SELASA, 29 JUNI 2021 | 17:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan presiden Afrika Selatan Jacob Zuma dijatuhi hukuman penjara selama 15 bulan oleh pengadilan tertinggi di negara tersebut pada awal pekan ini (Selasa, 29/6).

Hukuman itu diketuk palu setelah Mahkamah Konstitusi Afrika Serikat memutuskan dia bersalah atas penghinaan karena menentang perintahnya untuk hadir dalam penyelidikan korupsi saat dia menjabat sebagai presiden.

Zuma diketahui hanya pernah muncul satu kali dalam penyelidikan tersebut dan menolak untuk hadir dalam panggilan-panggilan berikutnya.


Atas dasar itulah, penyelidikan yang dipimpin oleh Hakim Raymond Zondo meminta Mahkamah Konstitusi untuk ikut campur tangan.

Pasca hukumannya dijatuhkan, Zuma diberi waktu lima hari untuk menyerahkan diri ke kantor polisi. Jika dia tidak melakukan hal itu, maka menteri polisi harus memerintahkan penangkapannya.

Menurut Penjabat Ketua Hakim Sisi Khampepe, Zuma menolak untuk datang ke pengadilan untuk menjelaskan tindakannya.

"(Zuma) memilih untuk membuat pernyataan provokatif, tidak pantas dan menghina yang merupakan upaya diperhitungkan untuk meragukan integritas peradilan," ujarnya.

"Saya tidak punya pilihan selain memasukkan Zuma ke penjara, dengan harapan bahwa hal itu mengirimkan pesan tegas, supremasi hukum dan administrasi keadilan berlaku," sambungnya, seperti dikabarkan BBC.

Diketahui bahwa masa kekuasaan Zuma yang berakhir pada tahun 2018 lalu diwarnai isu korupsi. Dalam masalah hukum terpisah, Zuma kerap mengaku tidak bersalah dalam kasus korupsi yang melibatkan kesepakatan senjata senilai 5 miliar dolar AS dari tahun 1990-an.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Jaksa Agung Resmi Lantik Kuntadi sebagai Pengganti Febrie

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:25

Wasekjen AMPI: Hasil Rapat Pleno IX Cacat Hukum dan Tak Punya Legitimasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:23

Danantara Mulai Bentuk Perusahaan Manajemen Aset Raksasa

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:15

Samsung Galaxy Z Fold 8 Hadirkan Desain Tipis dan Performa Tangguh

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:55

Indonesia Kecam Serangan terhadap Kapal Komersial di Laut Merah

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:34

Perbaikan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Jadi PR Bersama

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:32

Panda Bond RI Laris, Pemerintah Raup Rp18,5 Triliun

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:27

Kemunculan Kabinet Bayangan Konsekuensi dari Demokrasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Iran: Trump akan Hadapi Konsekuensi jika Serangan AS Berlanjut

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Dude Harlino Kembalikan Honor Rp5,25 Miliar dari PT DSI, Sebut Bentuk Kepedulian untuk Korban

Jumat, 24 Juli 2026 | 10:50

Selengkapnya