Berita

Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO, Affandi Ismail/Net

Politik

Ketum HMI: Pak Jokowi Gentlemen Saja, Ngapain Bertahan Kalau Hanya Menambah Derita Rakyat

SELASA, 29 JUNI 2021 | 13:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Seruan untuk melakukan Revolusi Indonesia 2021 telah didengungkan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO, Affandi Ismail.

Seruan ini sendiri bertujuan untuk mengajak masyarakat objektif dan independen dalam melihat situasi bangsa dan negara yang sedang mengalami keterpurukan multidimensi.

Keterpurukan itu ditandai dengan utang luar negeri telah mencapai Rp 6.500 triliun, kemiskinan yang kian meningkat, hingga nasib pendidikan yang tidak jelas.


Dijelaskan Affandi Ismail bahwa keterpurukan bukan baru terjadi di saat pandemi, tapi sejak Presiden Joko Widodo memimpin di tahun 2014.

Salah satu patokannya adalah laju ekonomi yang mentok di angka 5 persen dan perlahan tapi pasti turun hingga 4 persen, hingga puncaknya pandemi datang Indonesia mengalami resesi.

“Jadi sebenarnya bukan baru terjadi karena pandemi. Tapi sebenarnya sudah terjadi dan tercatat, kalau mau objektif dan jujur, sejak Jokowi memimpin 2014,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Selasa (29/6).

Atas alasan itu, dia yakin kepercayaan publik akan menurun sekalipun pemerintah memiliki banyak dalih untuk menyatakan Indonesia dalam keadaan aman.

Sebagai solusi, Presiden Joko Widodo harus ksatria menanggalkan jabatan yang diemban saat ini dan

“Jadi menurut saya, 7 tahun Pak Jokowi memimpin sudah cukup. Pak Jokowi gentlemen saja, kalau tidak sanggup lebih baik mundur. Ngapain bertahan kalau hanya menambah derita rakyat,” ujarnya.

Affandi mengurai bahwa HMI sebagai organisasi yang terus mengawal keberlangsungan bangsa dan negara mengajak rakyat dan elemen perubahan untuk ikut dalam panggilan revolusi ini.

Menurutnya semua elemen harus bersatu melawan oligarki politk dan konglomerasi asing yang menguasai negara.

Penerbitan menerbitkan poster “Jokowi: The King Of Lip Service” dari BEM UI, sambungnya harus menjadi momentum. Apalagi, eskalasi di kalangan mahasiswa seluruh Indonesia juga sudah meningkat.

“HMI harus bersama BEM, buruh, petani, elemen kampus dan yang merasa memiliki Indonesia bersatu. Saya kira memang negara sudah dikuasai asing, terbentuk oligarki politik, dinasti politik, dan konglomerasi asing yang menghegemoni. Dan simpulan saya, Jokowi bagian dari itu,” tutupnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya