Berita

Menteri BUMN Erick Thohir/Net

Politik

Ternyata Erick Thohir Yang Angkat Ari Kuncoro Jadi Rektor UI Dan Komisaris BUMN

SELASA, 29 JUNI 2021 | 08:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Nama Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro tengah ramai diperbincangkan seiring pemanggilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI oleh pihak rektorat, buntut unggahan “Presiden Joko Widodo The King of Lip Service”.

Perbincangan itu mengerucut pada rangkap jabatan Ari Kuncoro yang selain menjabat sebagai rektor UI juga duduk sebagai Wakil Komisaris Utama BRI.

Rangkap jabatan disoal karena melanggar Pasal 35 huruf c, PP 68/2013 tentang Statuta UI. Di mana salah satunya melarang rektor dan wakil rektor merangkap sebagai pejabat pada badan usaha milik negara/daerah maupun swasta.


Namun demikian, perhatian publik kini tertuju pada sosok Menteri BUMN Erick Thohir yang mengangkat Ari Kuncoro sebagai pejabat BUMN. Sebab di satu sisi, nama Erick Masuk dalam anggota Majelis Wali Amanah UI yang bertugas mengangkat rektor.

“Ternyata, Pak Erick Thohir salah satu anggota Majelis Wali Amanah UI. Majelis Wali Amanah yang mengangkat rektor dan Menteri BUMN yang mengangkat Komisaris BUMN,” ujar mantan Sekretaris Menteri BUMN Said Didu, Selasa (29/6).

Padahal, kata Said Didu,Statuta UI tegas melarang rektor merangkap jadi komisaris BUMN. Seharusnya statuta itu jadi perhatian serius Erick Thohir dalam mewujudkan Good Corporate Governance (GCG)

“Bagaimana BUMN mau maju kalau tidak terapkan GCG?” tuturnya.

Senada itu, Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi juga merasa miris dengan apa yang terjadi.  Sebab, Majelis Wali Amanah UI seperti tidak paham dengan Statuta UI yang larang rangkap jabatan. Di satu sisi Menteri BUMN juga tidak menerapkan GCG.

“Mau bagaimana lagi, lha wali amanah dan Menteri BUMN orangnya itu-itu juga,” sindirnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya