Berita

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus/Net

Politik

TPDI Dorong Bareskrim Terbitkan DPO Untuk Ketum KSP Intidana

SENIN, 28 JUNI 2021 | 13:58 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Bareskrim Polri diminta untuk segera menetapkan Ketua Umum Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana, Budiman Gandi Suparman (BGS) masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Desakan tersebut disampaikan Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus mengingat Dittipideksus Polri telah melengkapi pemberkasan tahap dua atas dugaan kasus memasukkan keterangan palsu ke dalam akta otentik.

"Bareskrim Mabes Polri perlu menetapkan tersangka Budiman Gandi Suparman dalam DPO dan segera melakukan penangkapan dan penahanan," ujar Petrus kepada wartawan di Jakarta, Senin (28/6).


Menurut Petrus, Dittipideksus Bareskrim dijadwalkan menyerahkan tahap II berkas BGS pada 11 Juni 2021 lalu, namun yang bersangkutan mangkir tanpa alasan yang sah.

"Selanjutnya untuk masuk ke penuntutan, pengadilan meminta pertanggungjawaban secara pidana atas tuduhan 'memasukkan keterangan palsu ke dalam akta otentik' sepenuhnya menjadi wewenang JPU," katanya.

Petrus menjelaskan, penyerahan tahap II BGS telah tertunda dua kali. Pertama pada 7 Mei 2021 BGS mangkir. Disusul pada 11 Juni 2021 di Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

"Lagi-lagi tersangka BGS tidak nongol batang hidungnya tanpa alasan meskipun telah dipanggil secara patut," tegasnya.

Tindakan BGS dengan sengaja telah menghambat kinerja penyidik dan JPU setelah hasil penyidikan diteliti dan dinyatakan sudah lengkap pada 28 April 2021 oleh Jampidum Kejagung RI.

"Sikap BGS tidak memenuhi panggilan untuk penyerahan tahap II diduga untuk menghindarkan dari pertanggungjawaban pidana terhadap sangkaan melanggar Pasal 263 atau 264 atau 266 jo Pasal 55 KUHP," katanya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya