Berita

Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto/Net

Politik

Jargon Sakti "Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi" Tak Terlihat Dalam Penanganan Covid-19

MINGGU, 27 JUNI 2021 | 19:10 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Jargon "Keselamatan Rakyat Adalah Hukum Tertinggi" yang sering diucapkan para elite di negeri ini dipertanyakan keseriusannya.

Sebab di tengah ganasnya Covid-19, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah sama sekali tak mencerminkan mengutamakan keselamatan rakyat. Salah satunya soal screening keluar masuknya warga negara asing (WNA) di Indonesia.

"Segala varian Covid-19 sudah ada di Indonesia, mengapa bisa terjadi? Itu semua bisa lolos karena sistem penyekatan dan karantina pendatang dari luar negeri, WNI atau pun WNA tidak beres," ujar Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (27/6).


Ia kemudian menyinggung banyaknya WNA yang dengan mudah masuk ke Indonesia beberapa waktu lalu. Padahal pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pembatasan bagi masyarakat dalam negeri.

"Terbukti beberapa waktu lalu ada kasus petugas karantina bisa disogok pendatang dari India dan kasus lainnya di mana banyak tempat karantina sangat leluasa, orang keluar masuk fasilitas karantina," kata Satyo.

Kondisi penyebaran Covid-19 semakin diperparah karena pemerintah terus membuka pintu perbatasan udara maupun pelabuhan laut yang tidak ketat menyortir orang dan barang.

Bahkan, Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China masih terus berdatangan meski status positif Covid-19 di Indonesia sedang melonjak tinggi.

"Pemerintah ini seperti auto pilot, semua sektor berjalan masing-masing dengan kebijakan yang tidak relevan dan bertubrukan satu sama lainnya. Ke mana kalimat sakti para elit pemimpin yang menyatakan 'Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi'? Yang terjadi sebaliknya," tutup Satyo.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya