Berita

Foto yang dirilis Kantor Kepresidenan Kolombia menunjukkan sejumlah bagian helikopter terkena serangan senjata api/Repro

Dunia

Kolombia Tawarkan Rp 11 Miliar Untuk Informasi Terkait Serangan Helikopter Presiden

MINGGU, 27 JUNI 2021 | 15:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kolombia tidak main-main dalam menanggapi kasus penyerangan terbaru yang menyasar helikopter yang membawa Presiden Kolombia Ivan Duque serta sejumlah pejabat top Kolombia lainnya di dekat perbatasan Venezuela pada Jumat lalu (25/6).

Pemerintah Kolombia akhir pekan ini menawarkan hadiah senilai 3 miliar peso Kolombia atau jika dikonversikan setara dengan sekitar Rp 11 miliar, untuk informasi yang mengarah pada penangkapan orang-orang di balik serangan tersebut.

Diketahui bahwa serangan terjadi saat helikopter itu mendekati bandara Cucuta dalam penerbangan dari Sardinata. Tiba-tiba saja sejumlah tembakan terjadi dan mengarah ke helikopter yang membawa Duque, Menteri Pertahanan Kolombia Diego Molano, Menteri Dalam Negeri Kolombia Daniel Palacios dan sejumlah pejabat lainnya. Diduga tembakan berasal dari senapan.


Beruntung tidak ada satupun di antara mereka yang terluka.

Namun foto-foto yang dirilis oleh kantor kepresidenan Kolombia menunjukkan ekor dan bilah utama helikopter rusak terkena tembakan.

Meski demikian, tidak lama setelah serangan terjadi, Duque segera tampil di hadapan publik dan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan kalah dengan aksi terorisme yang terjadi.

"Kami tidak takut dengan kekerasan atau aksi terorisme," kata Duque setelah serangan tersebut terjadi.

"Negara kita kuat," tegasnya.

Menindaklanjuti serangan tersebut, pemerintah Kolombia pun melakukan penyelidikan mendalam serta mengumumkan tawaran hadiah bagi mereka yang bisa memberikan informasi terkait serangan itu.

“Kami menawarkan hadiah hingga 3 miliar peso Kolombia untuk informasi yang memungkinkan menemukan mereka yang bertanggung jawab atas serangan terhadap presiden Ivan Duque," kata Molano dalam sebuah video yang diunggah di media sosial akhir pekan ini.

"Kami menyerukan persatuan Kolombia dengan pasukan untuk mengalahkan terorisme bersama-sama," sambungnya, seperti dikabarkan Al Jazeera .

Sementara itu, kepala polisi nasional Kolombia Jenderal Jorge Vargas dalam kesempatan berbeda menyebut bahwa tim pencari yang dikirim ke lingkungan Cucuta terdekat menemukan AK-47 dan senapan kaliber 7,62 bertanda "angkatan bersenjata Venezuela".

Akan tetapi, hingga saat ini belum benar-benar ada konfirmasi terkait siapa dalang di balik serangan tersebut.

Namun diketahui bahwa hubungan Kolombia di bawah pemerintahan Duque dengan Venezuela memang jauh dari kata harmonis.

Duque telah berulang kali menuduh Presiden Venezuela Nicolas Maduromemberikan perlindungan kepada para pembangkang Kolombia dan pejuang pemberontak bersenjata.

Bahkan tidak lama setelah Duque duduk di kursi nomor satu Kolombia tahun 2018 lalu, Bogota dan Caracas memutuskan hubungan diplomatik.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Sekjen PBB Kecewa AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yaqut Tersangka Kuota Haji, PKB: Walau Lambat, Negara Akhirnya Hadir

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yahya Tak Mau Ikut Campur Kasus Yaqut

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:03

TCL Pamer Inovasi Teknologi Visual di CES 2026

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:56

Orang Dekat Benarkan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Ngadep Jokowi di Solo

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:47

KPK Sudah Kirim Pemberitahuan Penetapan Tersangka ke Yaqut Cholil dan Gus Alex

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:24

Komisi VIII DPR: Pelunasan BPIH 2026 Sudah 100 Persen, Tak Ada yang Tertunda

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:56

37 WNI di Venezuela Dipastikan Aman, Kemlu Siapkan Rencana Kontigensi

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:45

Pilkada Lewat DPRD Bisa Merembet Presiden Dipilih DPR RI

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:40

PP Pemuda Muhammadiyah Tak Terlibat Laporkan Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:26

Selengkapnya