Berita

Kapal Penjaga Pantai China/Net

Dunia

Jepang Naik Pitam, Empat Kapal Penjaga Pantai China Melenggang Masuk Ke Kepulauan Senkaku

MINGGU, 27 JUNI 2021 | 09:45 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Jepang kembali naik pitam setelah empat kapal Penjaga Pantai China masuk dan berlayar selama beberapa jam di perairan sekitar Kepulauan Senkaku yang disengketakan.

Aksi berani Beijing itu terjadi pada Sabtu (26/6), hanya kurang dari 24 jam setelah China, Jepang, Australia, dan ASEAN meratifikasi perjanjian perdagangan baru.

Menurut Penjaga Pantai Jepang, pihaknya telah memperingatkan kapal-kapal China untuk mundur ketika mereka mendekati empat kapal penangkap ikan Jepang di perairan selatan Uosurijima, salah satu bagian dari Kepulauan Senkaku.


Insiden itu dilaporkan dimulai pada dini hari, dengan kapal-kapal China dikatakan telah meninggalkan daerah itu pada pukul 11.40 waktu setempat.

Penjaga Pantai Jepang mengatakan aksi hari Sabtu adalah yang ke-22 kalinya kapal-kapal China melanggar perairan teritorial Jepang di sekitar kepulauan yang disebut Beijing sebagai Diaoyu itu.

Sejauh ini, pihak China belum mengomentari insiden tersebut, seperti dimuat Sputnik.

Perselisihan antara kedua negara atas kepulauan itu berawal pada akhir abad ke-19, dengan Tokyo menduduki mereka pada tahun 1895, tetapi Beijing mengatakan bahwa pulau-pulau itu ditetapkan sebagai wilayah China dalam peta Jepang yang dicetak pada tahun 1783 dan 1785.

Setelah Perang Dunia II, pulau-pulau itu diduduki oleh Amerika Serikat sebelum diserahkan kembali ke Jepang pada tahun 1972. Tokyo kemudian menasionalisasi pulau-pulau itu dari investor swasta pada 2012.

Jepang telah berulang kali mengajukan protes atas kehadiran kapal-kapal China di dekat pulau-pulau itu. Jepang mencatat dua lusin kasus dugaan serangan China di perbatasan lautnya di dekat pulau-pulau, dan 333 kasus kapal China memasuki 'zona tambahan' Jepang selama tahun 2020.

Pada Oktober lalu, kapal-kapal China memasuki perairan dekat pulau-pulau dan tinggal di sana selama 57 jam.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

Bakamla Kirim KN. Singa Laut-402 untuk Misi Kemanusiaan ke Siau

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:40

Intelektual Muda NU: Pelapor Pandji ke Polisi Khianati Tradisi Humor Gus Dur

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:22

Gilgamesh dan Global Antropogenik

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:59

Alat Berat Tiba di Aceh

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:45

Program Jatim Agro Sukses Sejahterakan Petani dan Peternak

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:22

Panglima TNI Terima Penganugerahan DSO dari Presiden Singapura

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:59

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Mengawal Titiek Soeharto

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:25

Intelektual Muda NU Pertanyakan Ke-NU-an Pelapor Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:59

Penampilan TNI di Pakistan Day Siap Perkuat Diplomasi Pertahanan

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:42

Selengkapnya