Berita

Militer Italia di Uni Emirat Arab/Net

Dunia

Balas Embargo Senjata, UEA Usir Pasukan Militer Italia

MINGGU, 27 JUNI 2021 | 07:19 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Uni Emirat Arab (UEA) telah mengusir pesawat dan pasukan Italia dari pangkalan militer sebagai tindak balasan atas embargo senjata yang diberlakukan oleh Roma pada awal tahun.

Pengusiran tersebut diungkap oleh seorang anggota parlemen Italia yang bertugas di komisi pertahanan, Matteo Perego Di Cremnago, seperti dimuat Mehr News, Minggu (26/6).

Di Cremnago mengatakan militer Italia diberi waktu hingga 2 Juli untuk meninggalkan pangkalan udara Al Minhad di UEA.


"Penarikan sudah dimulai dan sementara pekerjaan sedang dilakukan oleh Italia untuk mengamankan pembatalan penggusuran di menit-menit terakhir. Saya ragu itu akan berhasil," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa ketika hubungan dengan Teluk Persia, maka akan sangat sulit untuk menghidupkannya kembali.

Mantan kepala angkatan udara Italia, Jenderal Leonardo Tricarico mengatakan bahwa pesawat Italia terakhir telah meninggalkan pangkalan pada Kamis (24/6), dan hanya menyisakan bahan sisa untuk dikumpulkan.

Tricarico mengatakan pengusiran itu hanyalah bagian dari perlakuan kasar terhadap Italia yang diberikan oleh UEA.

“UEA juga telah membantah penggunaan wilayah udaranya untuk pesawat militer Italia,” tambahnya.

Pangkalan Al Minhad di Dubai telah menampung pesawat dari berbagai negara, termasuk Italia sejak 2015. Italia juga menggunakan Al Minhad sebagai pangkalan penerbangan untuk mendukung operasi multinasional di Tanduk Afrika dan Samudra Hindia.

Pengusiran oleh UEA telah dikaitkan dengan keputusan Italia pada Januari untuk menempatkan embargo pada penjualan amunisi dan rudal ke UEA dan Arab Saudi karena kekhawatiran atas kampanye militer negara-negara Teluk Persia di Yaman.

Jika dikonfirmasi, pengusiran itu sekarang dapat secara serius memperumit penarikan Italia yang sedang berlangsung dari Afghanistan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya