Berita

Industri fashion sandal Alope masih mampu bertahan di tengah hantaman pandemi/Ist

Bisnis

Di Tengah Hantaman Pandemi, Sandal Alope Masih Mampu Raup Omset Hingga Rp500 Juta Per Bulan

JUMAT, 25 JUNI 2021 | 12:36 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Saat banyak industri bergelimpangan akibat dampak dari pandemi Covid-10, brand fashion asal Mojokerto, Jawa Timur, Alope, justru menjadi salah satu industri yang mampu bertahan. Perkembangannya yang dinamis membuat Alope terus berinovasi mengikuti zaman.

Pemilik usaha, Muhammad Firman Faiki (20) menceritakan, Alope yang resmi didirikan pertengahan 2020 sebenarnya sudah digelutinya sejak 2018 saat sistem cash on delivery (COD) mulai marak. Bisnisnya tersebut memiliki spesialisasi di produk alas kaki, seperti sepatu dan sandal untuk pria.

Pria asal Pemalang, Jawa Tengah, ini menjelaskan, nama Alope diambil dari nama seorang Dewa Yunani yang digambarkan sebagai pembawa kesuburan. Harapannya, brand Alope dapat terus tumbuh subur dalam kesuksesan.


Alope pun konsisten mengeluarkan produk dengan desain baru setiap bulan yang masih terus diterima pasar. Tak heran omset per bulan mencapai Rp350 juta sampai Rp500 juta. Seluruh produk merupakan hasil karya sendiri yang dikejakan 20 karyawannya.

"Jumlah karyawan ada 20, sedangkan reseller ada 100 sekian di seluruh Indonesia," ungkapnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Selain itu, ada pula dropshipper dan distributor yang membeli barang dalam jumlah besar.

Sandal pria menjadi produk yang selalu best seller, yang diproduksi sebanyak 10.000 pasang per bulannya. Alope juga mampu memproduksi hingga 5.000 pasang sepatu per bulan.

Keunggulan alas kaki Alope, kata Firman, terletak di kualitas dan modelnya yang simpel dan elegan. Sandal Alope dikenal dengan kombinasi warna yang unik, yang membuat produknya selalu diburu pelanggan.

Berbicara soal kualitas, Firman mengatakan, alas kaki Alope menggunakan bahan kulit dan sol Thermoplastic rubber (TPR). Jenis sol ini mampu mengatasi slip di jalanan licin, juga empuk dan nyaman dipakai.

"Kita dapat dari impor dan lokal. Kadang kalau impor lagi susah, kita pakai yang lokal. Impor biasanya dari China," jelas Firman dalam keterangannya, Jumat (25/6).

Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau. Mulai dari Rp40.000 hingga Rp55.000 untuk sandal. Sementara harga sepatu berkisar di Rp70.000-Rp85.000.

Meski demikian, dituturkan Firman, Alope sempat terkena dampak pandemi dengan menurunnya penjualan. Saat itu, ia bahkan harus memotong gaji karyawan meski tidak ada yang dirumahkan.

Firman akhirnya berstrategi memasarkan produk alas kaki impor dari China yang membantu mendongkrak penjualan Alope. Alope kembali bangkit dan bahkan bisa merekrut karyawan baru.

Firman pun masih yakin bisnis fashion memiliki masa depan yang cerah, terlebih jika pemerintah turut andil.

"Kemarin ada isu produk China akan masuk ke Indonesia, dari fashion. Saya juga agak gugup di sini, berat banget," jelasnya.

Namun pemerintah kemudian menggaungkan penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dianggapnya sebagai kesempatan bagi pengusaha untuk semangat mengembangkan bisnis.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya