Berita

Juru bicara kementerian perdagangan China, Gao Feng/Net

Dunia

Digugat Canberra China Ajukan Banding, Tantang Balik Australia Di WTO

JUMAT, 25 JUNI 2021 | 06:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  China pada Kamis (24/6) menantang tindakan anti-dumping yang dilakukan Australia terhadap berbagai barang asal China dengan mengajukan gugatan balik di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Gugatan ini menandai eskalasi lebih lanjut dalam ketegangan antara kedua negara.

Gugatan tersebut terkait dengan tarif tiga barang produksi China, antara lain ekspor roda kereta api, turbin angin, dan bak cuci stainless steel, muncul seminggu setelah Canberra mengajukan gugatan tentang tarif Beijing yang melumpuhkan pada ekspor anggur Australia.

Kementerian perdagangan China mengumumkan pada Kamis malam bahwa mereka akan menggunakan prosedur WTO untuk menantang tindakan Australia yang menargetkan tiga prodek tersebut


Juru bicara kementerian perdagangan China, Gao Feng, mengatakan saat briefing harian pada Kamis (24/6) bahwa apa yang dilakukan China adalah untuk menjaga hak dan kepentingan sah perusahaan China.

"Kami berharap Australia akan mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki praktik yang salah, menghindari distorsi dalam perdagangan produk terkait, dan mengembalikan perdagangan tersebut ke jalur normal sesegera mungkin," kata Gao Feng.  

Menteri Perdagangan Australia, Dan Tehan, mengatakan pihak China memberi tahu Australia mengenai gugatan balik ini tepat setelah jam 5 sore pada Kamis.

Tehan menekankan, Australia tidak gentar dan akan mempertahankan langkah-langkah yang telah mereka lakukan, meskipun Canberra sebenarnya menginginkan keterlibatan konstruktif dengan pemerintah China.

"Mengapa mereka mengambil tindakan ini sekarang, itu adalah pertanyaan yang harus Anda tanyakan kepada China," ujar Tehan, seperti dikutip dari ABC.

Tehan mengatakan China tidak memberikan peringatan sebelumnya kepada Australia tentang keluhannya sebelum diajukan.

Tehan tidak akan berspekulasi apakah tindakan China merupakan tindakan pembalasan, karena beberapa tarif anti-dumping diperkenalkan lebih dari lima tahun yang lalu.

"Dua langkah yang diberlakukan pada 2014 dan 2015, terkait dengan ekspor menara angin dan wastafel stainless steel, langkah lainnya diberlakukan pada 2019, dan itu adalah roda kereta api," kata Tehan.

Tehan mengatakan biasanya untuk menyelesaikan masalah seperti itu adalah dengan mengangkat masalah melalui komite WTO. Namun, China telah mengambil tindakan ini langsung ke tingkat konsultasi dan perselisihan formal.

Proses sengketa WTO biasanya memakan waktu dua hingga empat tahun dan konsultasi akan dilakukan antara pejabat perdagangan China dan Australia. Namun, Tehan menawarkan untuk terlibat dengan mitra menterinya jika Beijing bersedia.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya