Berita

Presiden Iran Hassan Rouhani/Net

Dunia

Hidupkan Kesepakatan Nuklir, AS Akan Cabut 1.040 Sanksi Untuk Iran

KAMIS, 24 JUNI 2021 | 10:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Negosiasi untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran, Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), berjalan dengan baik. Sebanyak lebih dari 1.000 sanksi Amerika Serikat (AS) yang dikenakan pada Iran akan dicabut.

Kepala staf presiden Iran Hassan Rouhani, Mahmoud Vaezi mengungkap, negosiasi kesepakatan nuklir di Wina membuat kemajuan baik dengan pencabutan sanksi ekonomi AS yang diterapkan pada Teheran selama pemerintahan Donald Trump.

"Saat ini, kesepakatan telah dicapai tentang perbankan, asuransi, minyak, dan pengiriman. Semua ini telah disepakati. Sekitar 1.040 sanksi era Trump akan dicabut berdasarkan kesepakatan," ujar Vaezi dalam konferensi pers pada Rabu (23/6), seperti dikutip Sputnik.


Dia juga mencatat bahwa negosiasi saat ini berfokus pada sanksi yang dijatuhkan sebelum 2015.

"Kesepakatan dicapai untuk mencabut embargo terhadap orang dan aparat yang termasuk dalam administrasi pemimpin tertinggi Iran," lanjutnya.

Pada Mei 2018, Trump mengumumkan penarikan AS dari JCPOA. Setelah itu pemerintahan Trump menerapkan kebijakan tekanan maksimum dengan memberlakukan banyak sanksi ekonomi.

Iran menanggapi dengan mengutuk langkah AS dan melanjutkan pengayaan uranium karena tidak sesuai dengan kesepakatan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya