Berita

Panen perdana Jagung Program Petani Milenial di Cianjur./RMOL

Bisnis

Lewat KUR, bank bjb Dukung Akses Permodalan Program Petani Milenial

KAMIS, 24 JUNI 2021 | 08:16 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus menggenjot program Petani Milenial. Sebuah program regenerasi tenaga kerja di sektor pertanian dengan menyertakan inovasi dan aplikasi teknologi. Program ini sejalan dengan upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di masa pandemi Covid-19.

Di tengah perekonomian negara yang merosot akibat pandemi Covid-19, sektor pertanian masih menjadi harapan. Pada 2020, sektor ini  tetap tumbuh dengan kinerja ekspor yang meningkat hingga 14% bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Inisiator program Petani Milenial, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, pertanian adalah sektor terbesar ketiga penyumbang perputaran roda ekonomi Jabar. Data statistik menunjukkan bahwa tiga kekuatan ekonomi yang tahan banting di tengah pandemi ialah sektor pangan, kesehatan dan digital.


“Namun pada saat yang sama, sektor pertanian ditinggalkan oleh generasi muda. Program Petani Milenial ini ingin mendorong anak-anak muda di Jabar untuk mulai mencintai desanya lewat kegiatan bertani,” ujar Ridwan Kamil.

Sebagai mitra pendorong pertumbuhan ekonomi Jabar dan nasional, bank bjb turut andil dalam mensukseskan program Petani Milenial melalui sejumlah dukungan. Di antaranya adalah menggelontorkan pendanaan dengan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para petani, juga menghubungkan petani dengan para off taker yang berperan sebagai standby buyer hasil panen petani.

Melalui KUR bank bjb, para petani milenial dapat memperoleh akses permodalan usaha dengan bunga yang terjangkau dan pembayaran kewajiban disesuaikan dengan siklus panen. Selain itu, lewat program penyaluran hasil panen pada off taker, kesejahteraan petani juga dapat meningkat.

“Dengan adanya kepastian pasar dan akses permodalan, masalah klasik petani yang kerap terjebak pada system Ijon dan tekanan harga dari tengkulak diharapkan dapat berkurang. Sehingga, petani yang hidup di desa dapat memiliki penghasilan tak kalah besar dengan mereka yang bekerja di kota,” ungkap Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto dalam keterangannya yang diterima redaks, Kamis (24/6).

Salah satu komoditas yang dibudidayakan dalam program Petani Milenial adalah jagung. Komoditas ini menjadi komoditas pertama yang ditanam oleh Petani Milenial.

Penanaman jagung salah satunya dilakukan  di lahan milik Pemerintah Provinsi Jabar di daerah Cikadu, Cianjur, dengan lahan seluas empat hektar. Setelah menempuh kurang lebih tiga bulan masa tanam, saat ini tanaman jagung seluas dua hektar lahan telah siap dipanen.

Perusahaan CROWDE yang terlibat sebagai off taker tak hanya menjadi penjamin pasar, namun juga berperan memberikan pendampingan dan pembinaan kepada para petani, bekerjasama dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jabar. Hal tersebut dilakukan agar hasil panen para petani memiliki kualitas yang baik dan sesuai dengan kebutuhan pasar.

Sebagai bentuk syukur atas keberhasilan panen perdana program Petani Milenial, Pemerintah Provinsi Jabar Bersama bank bjb akan menghadiri simbolis prosesi panen di Cianjur. 

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jabar Dadan Hidayat, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar Jafar Ismail, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar Hermansyah, perwakilan Biro Perekonomian Jabar Maman Suherman, serta Group Head Kredit Program Divisi Kredit UMKM bank bjb Firman.
"Saya menyambut baik panen perdana petani jagung di Cianjur ini.  Semua sedang berproses dan perlahan akan menunjukan hasilnya,” ungkap Ridwan Kamil.

Acara panen perdana tersebut diselenggarakan secara sederhana dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ketat. Widi berharap, acara tersebut dapat menjadi momentum kesuksesan program petani milenial dan bangkitnya ekonomi berbasis pertanian di Jabar.

“bank bjb senantiasa berkomitmen mendukung berbagai program peningkatan kesejahteraan masyarakat di Jabar dan Indonesia, tak terkecuali Petani Milenial. Kami berharap, penyaluran KUR bagi para petani dapat meningkatkan kesejahteraan baik kelompoknya maupun masyarakat luas sejalan dengan program PEN,” ungkapnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya