Berita

Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul tiba di Departemen Ilmu Kedokteran untuk memimpin panen empat jenis ganja yang akan didaftarkan sebagai Warisan Nasional, Senin 21 Juni 2021/Net

Dunia

Bisa Bantu Pulihkan Kerusakan Paru Akibat Covid-19, Menkes Thailand Daftarkan 4 Jenis Ganja Sebagai Warisan Nasional

RABU, 23 JUNI 2021 | 09:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Thailand akan mendaftarkan empat jenis ganja sebagai Warisan Nasional untuk mempromosikan penelitian tentang penggunaannya.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand Anutin Charnvirakul dalam sebuah pernyataan pada Senin (21/6) waktu setempat.

Empat jenis ganja yang dimaksud adalah ST1, TT1, UUA1 dan RD1.


Food and Drug Administration (FDA) Thailand sendiri telah mengijinkan Lembaga Penelitian Tanaman Obat di bawah Departemen Ilmu Kedokteran untuk menanam varietas ganja setelah banyak bagian dari tanaman tersebut didekriminalisasi tahun lalu.

"Pendaftaran strain saat ini sedang menunggu sertifikasi oleh Departemen Pertanian, mengatakan proses diharapkan selesai pada bulan Agustus," kata Anutin, seperti dikutip dari Bangkok Post, Selasa (22/6).

Setiap varietas mengandung rasio zat psikoaktif tetrahydrocannabinol (THC) dan cannabidiols (CBD) yang berbeda, yang diketahui memiliki manfaat medis.

"Penelitian tentang manfaat dan kegunaan galur tersebut akan dilakukan oleh departemen tersebut, bersama dengan Universitas Teknologi Rajamangala Kampus Isan Sakonnakhon dan Kampus Universitas Kasetsart Chalermphrakiat Sakon Nakhon," kata Menkes.

“Ini akan menghasilkan keuntungan ekonomi bagi negara, serta meningkatkan potensi petani untuk bersaing di pasar global, yang akan membantu mengurangi defisit perdagangan dengan negara lain,” ujarnya.

Selain pendaftaran Warisan Nasional, Anutin mengatakan Departemen Ilmu Kedokteran menemukan bahwa akar ganja dapat membantu memulihkan fungsi paru-paru yang telah rusak akibat infeksi Covid-19.

Anutin menyampaikan bahwa dia sepenuhnya mendukung penelitian tentang masalah ini, dengan mengatakan itu akan menjadi keuntungan besar bagi para profesional medis Thailand jika mereka dapat menawarkan perawatan berbasis ganja untuk pasien yang didiagnosis dengan Covid-19.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya