Berita

Presiden terpilih Iran Ebrahim Raisi/Net

Dunia

Meski Dukung Kesepakatan Nuklir Iran, Ebrahim Raisi Enggan Bertemu Joe Biden

SELASA, 22 JUNI 2021 | 09:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden terpilih Iran Ebrahim Raisi mendukung negosiasi untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

Dalam konferensi pers pertamanya sejak menang pemilu, Raisi mengatakan prioritas kebijakan luar negerinya adalah meningkatkan hubungan antara Iran dengan negara-negara tetangga di Teluk Arab.

"Kami mendukung negosiasi yang menjamin kepentingan nasional kami. Amerika harus segera kembali ke kesepakatan dan memenuhi kewajibannya berdasarkan kesepakatan itu," ujarnya pada Senin (21/6), seperti dikutip .


Negosiasi kesepakatan nuklir Iran telah berlangsung di Wina sejak April. Kesepakatan itu digunakan untuk mengembalikan AS yang keluar saat pemerintahan Donald Trump pada 2018.

Kendati begitu, Raisi mengatakan, kebijakan luar negeri Iran tidak terbatas pada kesepakatan nuklir, melainkan semua sanksi AS harus dicabut.

Terlepas jika sanksi AS telah dicabut, Raisi menegaskan ia enggan bertemu dengan Presiden Joe Biden.

Raisi sendiri saat ini berada di bawah sanksi AS karena dianggap terlibat dalam pembunuhan di luar proses hukum terhadap ribuan tahanan politik di Republik Islam pada tahun 1988.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya