Berita

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Golkar Christina Aryani/Net

Politik

Komisi I DPR Berharap Pemerintah Paham Urgensi PP Penempatan dan Perlindungan ABK

SENIN, 21 JUNI 2021 | 11:45 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi I DPR RI fraksi Golkar mendorong adanya Peraturan Pemerintah (PP) terkait Penempatan dan Pelindungan Anak Buah Kapal (ABK).

Hal itu menyusul insiden nahas yang menimpa 20 orang ABK Kapal MT Ocean Star yang terombang-ambing di perairan Dili, Timor Leste.

"Kami kembali mendorong urgensi diundangkannya Peraturan Pemerintah terkait Penempatan dan Pelindungan ABK," ujar anggota Komisi I DPR RI Fraksi Golkar Christina Aryani kepada wartawan, Senin (21/6).


Menurutnya, berkaca dari kasus terbaru 20 ABK MT Ocean Star dan banyaknya kasus-kasus lain yang luput dari monitoring saat ini, PP tentang ABK menjadi kebutuhan hukum yang tidak bisa ditawar lagi.

"Info terakhir per Januari 2021, PP tersebut dalam tahap finalisasi di Setneg. Kami berpendapat 6 bulan adalah waktu yang cukup untuk penyelesaian tahap ini," tuturnya.

"Semoga pemerintah bisa memahami urgensi PP ABK yang sangat diperlukan untuk memberikan perlindungan bagi ABK kita," imbuh Christina menegaskan.

Politikus muda Partai Golkar ini menambahkan, pihaknya juga mengapresiasi KBRI Timor Leste dan Bakamla RI yang sigap memberikan bantuan dan memastikan kondisi 20 ABK tersebut.

"Untuk selanjutnya KBRI akan terus memantau  penyelesaian hak-hak mereka dan memastikan pembuatan perjanjian kerja tertulis antara agen dan ABK," demikian Christina Aryani.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya