Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Lockdown Opsi Terbaik Tekan Lonjakan Kasus Covid-19, Pengamat: Tapi Pemerintah Kebingungan

SENIN, 21 JUNI 2021 | 10:34 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah pusat diharapkan bersedia membuka kemungkinan lockdown total menyikapi lonjakan kasus Covid-19 yang begitu drastis belakangan ini.

Namun, ada kebingungan dari pemerintah pusat dan daerah jika memberlakukan lockdown total. Terutama dalam hal menjamin kebutuhan dasar masyarakat secara umum.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (21/6).


"Pemerintah pusat dan pemerintah daerah sedang kebingungan dengan lonjakan kasus Covid-19. Lockdown bisa menjadi pilihan terbaik, namun harus dipastikan rakyat bisa makan," ujar Ujang Komarudin.

Menurut Dosen Ilmu Politik Universitas Al-Azhar Indonesia ini, Pemerintah sedang dalam posisi dilematis mengenai lonjakan kasus Covid-19 dan desakan lockdown total dari berbagai kalangan masyarakat.

"Jika tak di-lockdown, kasus Covid-19 akan semakin menggila. Namun jika di-lockdown, pemerintah tak bisa ngasih makan rakyat," kata Ujang.

"Rakyat tetap akan berjatuhan karena tak bisa makan. Tak lockdown saja masyarakat sudah kelaparan. Apalagi di-lockdown," tandasnya.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya