Berita

Presiden Uganda Yowreri Museveni/Net

Dunia

Diserang Covid-19 Varian Delta, Uganda Perketat Aturan Pembatasan Selama 42 Hari

SABTU, 19 JUNI 2021 | 16:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Uganda Yowreri Museveni memperkenalkan langkah-langkah anti-virus corona baru, termasuk larangan semua pergerakan kendaraan kecuali pekerja penting untuk membantu mengekang gelombang kedua pandemi Covid-19 yang saat ini mencengkeram negara itu.

Negara Afrika timur tersebut, seperti kebanyakan rekan-rekan Afrika lainnya, relatif tidak terluka oleh gelombang pertama pandemi.

Namun tiba-tiba mereka mulai mengalami lonjakan tajam dalam infeksi Covid-19 pada bulan lalu, setelah pihak berwenang mengonfirmasi bahwa mereka telah mendeteksi keberadaan varian virus Delta yang pertama kali terdeteksi di India.


"Negara ini telah melihat pertumbuhan pandemi Covid-19 yang lebih agresif dan berkelanjutan," kata Museveni dalam pidato yang disiarkan televisi, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (19/6).

Dia mengatakan jumlah harian orang yang dites positif telah melonjak menjadi lebih dari 1.700 dari yang awalnya kurang dari 100 pada tiga minggu lalu.

"Kami mengalami tingkat rawat inap dan kematian yang sangat tinggi untuk pasien Covid-19 di antara semua kategori umur," ungkapnya.

Dalam langkah-langkah barunya, Uganda melarang pergerakan kendaraan umum dan pribadi kecuali yang mengangkut pasien dan yang digunakan oleh pekerja penting seperti petugas kesehatan.

Jam malam yang sebelumnya dimulai pada jam 9 malam dimajukan menjadi jam 7 malam, sementara tempat-tempat seperti pusat perbelanjaan yang sibuk, gereja dan arena olahraga ditutup.

"Pembatasan baru akan berlangsung selama 42 hari," kata Museveni.

Selama dua minggu terakhir media lokal telah secara ekstensif melaporkan sebagian besar fasilitas kesehatan, baik publik maupun swasta, penuh dan menolak pasien sementara yang lain memiliki pasokan oksigen yang dikenai pajak.

Hingga saat ini, Uganda telah mendaftarkan total 68.778 kasus Covid-19 dengan 542 kematian.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya