Berita

Kepala Satuan Tugas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (Kasatgas IDI), Prof. Zubairi Djoerban/Net

Politik

Netizen Ke Prof. Zubairi: Lockdown Tidak Akan Ada Karena Presiden Alergi Istilah Itu

SABTU, 19 JUNI 2021 | 08:58 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kepala Satuan Tugas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (Kasatgas IDI), Prof. Zubairi Djoerban kembali mengusulkan lockdown sebagai solusi atas melonjakkanya kasus virus corona atau Covid-19.

"Saya kembali ulangi saran saya: lockdown," kata dokter spesialis penyakit dalam itu lewat akun Twitter miliknya @ProfesorZubairi, Jumat (18/6).

Dia menanggapi pemberitaan soal Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X yang bicara soal kemungkinan lockdown.


Menurut Zubairi Djoerban, semua liburan dan perjalanan tidak penting harus dihentikan sejenak. Apalagi mempertimbangkan sekolah tatap muka dibuka kembali, saran dia jangan dulu.

"Lakukan lockdown sebelum telat. Situasi bisa berubah jadi mengerikan," ucapnya.

Jumat kemarin, angka kasus corona bertambah 12.990 kasus, sehingga total yang sudah terkonfirmasi sebanyak 1.963.266. Dari angka itu, sebanyak 1.779.127 dinyatakan sembuh, dan 54.043 meninggal dunia.

Warganet atau netizen ramai menanggapi usulan Kasatgas IDI, Prof. Zubairi Djoerban terakit lockdown. Ada di antara mereka yang tidak yakin pemerintah berani mengambil kebijakan lockdown.

"Prof, 'lockdown' tidak akan terjadi, karena Presiden Jokowi alergi istilah itu. Yogya lockdown? Lihat saja nanti resminya apa, pasti bukan 'lockdown', tapi PPKM atau PSBB ketat atau lainnya," kata pemilik akun @ferdymad1.

"Sudah setahun lalu istilah 'lockdown' ini menjadi wacana. Lebih baik fokus pengetatan pergerakan orang!" sambung dia.

Ada juga netizen yang kembali membahas masalah klasik jika lockdown dilakukan. Yaitu, siapa yang menanggung biaya hidup masyarakat.

"Lockdown. Pemerintah tanggung biaya hidup. Di Eropa bisa turun karena pemerintahnya turun tangan juga buat ekonominya. You win some you lose some. Mau corona beres, pemerintah yang harus turun tangan. Tegaskan semua peraturan. Jangan kasih kendor," ujar pemilik akun @adedelinaputri.

Afida pemilik akun @sbfdaa mendukung usulan Prof. Zubairi Djoerban agar pemerintah mengambil kebijakan lockdown.

"Mengingat suara yang paling nyaring kita dengar adalah 'protokol kesehatan' alih-alih 'pembatasan kegiatan', lockdown adalah pilihan yang harus dipilih," ucapnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya