Berita

Buronan kasus pembalakan liar yang tertangkap di Singapura/Net

Hukum

Penangkapan Adelin Lis Jadi Pembuktian Singapura Bukan Surganya Koruptor

KAMIS, 17 JUNI 2021 | 20:36 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Buronan kasus korupsi dan pembalakan liar, Adelin Lis yang ditangkap di Singapura belum bisa dipulangkan ke Indonesia lantaran terpentok aturan pihak imigrasi Singapura.

Berbagai upaya sudah dilakukan pihak Indonesia untuk memulangkan Adelin yang ditangkap otoritas Singapura pada 2018 karena pemalsuan paspor. Namun Kementerian Luar Negeri Singapura menegaskan tidak memberi izin penjemputan secara langsung.

Sesuai dengan aturan hukum Singapura, Adelin Lis hanya akan dideportasi dengan menggunakan pesawat komersial.


Bagi Ketua Asosiasi Ilmuan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha), Azmi Syahputra, kerja sama pemulangan buronan sejak tahun 2008 itu akan menjadi pembuktian Singapura menepis stigma sebagai surganya koruptor.

"Ini momen tepat agar Pemerintah Singapura membantu pemerintah Indonesia terkait tertangkapnya Adelin Lies. Buktikan bahwa Singapura bukan surganya para koruptor," kata Azmi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (17/6).

Azmi menjelaskan, Pemerintah Singapura dan Indonesia adalah pihak dalam treaty on mutual legal assistance (MLA) dalam masalah pidana di antara negara-negara anggota ASEAN.

Oleh karenanya, patut rasanya bila Singapura merespons dan membantu, serta mendukung permintaan Jaksa Agung Indonesia agar Adelin Lis dikembalikan ke Jakarta dan dijemput tim kejaksaan Agung.

Terlebih Adelin adalah kategori buron berisiko tinggi. Azmi mencatat, Adelin pernah kabur saat hendak ditangkap di KBRI Beijing dan melakukan perlawanan dengan memukuli Staf KBRI Beijing. Adelin juga pernah melarikan diri di LP Tanjung Gusta Medan.

"Melihat hal ini, sangat tepat bila pemerintah Singapura medeportasi ke Jakarta melalui Kejaksaan Agung. Kontribusi Pemerintah Singapura menunjukkan sinergitas dan komitmen pemberantasan korupsi dan konsekuensi tindak lanjut sebagai pihak dalam treaty on mutual legal assistance (MLA)," tegasnya.

Namun bila Singapura tetap tidak membantu dan memudahkan proses pemulangan Adelin Lis pada kejaksaan Agung, stigma sebagai surga koruptor akan tetap melekat pada Singapura.

"Maka benarlah dugaan atas apa yang pernah disampailkan Deputi Penindakan KPK, Karyoto mengatakan Singapura satu-satunya negara yang membuat penegak hukum sulit menangkap buron korupsi dan image Singapura dianggap sebagai surganya para koruptor," tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya