Berita

Dari kiri ke kanan: Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto/Repro

Politik

Buah Dari Skenario Prabowo Capres-Puan Cawapres: Gerindra Jadi Partai Terbesar

KAMIS, 17 JUNI 2021 | 19:34 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Dua kandidat kuat capres 2024, dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan PDI Perjuangan Puan Maharani, digadang-gadang bakal dipasangkan dalam satu koalisi.

Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA, membuat satu skenario pencapresan dari dua tokoh yang belakangan diisukan bakal berpasangan sebagai capres dan cawapres 2024.

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby menjelaskan, skenario yang dipaparkannya ini bakal memberikan efek ekor jas atau coat tail effect kepada salah satu partai.


Di mana, Partai Gerindra akan mendapat dampak yang positif jika Prabowo diusung sebagai capres,sementara Puan Maharani sebagai cawapresnya.

"Jika Puan Maharani sebagai cawapres dan Prabowo sebagai Capres, maka PDIP justru memberi panggung bagi Gerindra menjadi partai terbesar dalam Pemilu Serentak," kata Adjie saat merilis temuan terbaru riset LSI Denny JA bertema '3 King/Queen Maker Pilpres 2024 dan Komplikasinya!' pada Kamis (16/6).

Adjie menjelaskan, partai yang mengusung Capres di Pemilu 2024 diyakini akan menjadi partai terbesar. Sebab, akan ada efek ekor jas atau coat tail effect terhadap partai dari Capres tersebut.

"Capres yang terpilih besar kemungkinannya membawa partainya juga menjadi partai terbesar," tandasnya.

Isu duet Prabowo-Puan belakangan marak diperbincangkan banyak pihak, karena kembali muncul wacana perjanjian Batutulis antara Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati  Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang terjadi pada 2009 silam.

Perjanjian Batutulis itu, isunya bakal diimplementasikan oleh kedua tokoh itu pada Pilpres 2024 mendatang.

Namun belakangan, PDI Perjuangan melalui Sekretaris Jendralnya, Hasto Kristiyanto, membantah kalau pihaknya akan kembali ke Perjanjian Batutulis itu.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya