Berita

Bantuan sosial/Net

Hukum

2 Politisi PDIP Dipanggil Jadi Saksi Di Sidang Bansos Covid-19

SELASA, 15 JUNI 2021 | 11:40 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Dua politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan kembali dipanggil untuk menjadi saksi di sidang perkara dugaan suap bantuan sosial (bansos) sembako Covid-19 di Kementerian Sosial (Kemensos) 2020.

Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri mengatakan, pihaknya memanggil 10 orang saksi di sidang hari ini, Selasa (15/6) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan terdakwa Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono.

"Saksi Selasa 15 Juni 2021. Irman Putra, Chandra Andriati, Raj Indra, Merry Hartini, Akhmat Suyuti, Hotma Sitompul, Moch Iqbal, Syafii Nasution, Ihsan Yunus, dan Ivo Wongkaren," ujar Ali kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (15/6).


Dari saksi-saksi itu, terdapat dua orang yang merupakan politisi PDIP. Yaitu, Akhmat Suyuti yang merupakan Ketua DPC PDIP Kabupaten Kendal dan Ihsan Yunus yang merupakan anggota Komisi II DPR RI yang juga mantan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI.

Pada sidang sebelumnya, Senin (14/6) saat menjadi saksi untuk terdakwa Juliari Peter Batubara selaku mantan Menteri Sosial, Suyuti mengaku menerima uang sebesar 48 ribu dolar Singapura dari Juliari melalui Kukuh Aribowo selaku tim teknis Juliari.

Sementara untuk Ihsan Yunus, pada sidang kemarin tidak hadir dengan alasan sedang ada rapat dengar pendapat (RDP) Komisi DPR di Hotel Ayana MidPlaza sejak 14 Juni sampai dengan 16 Juni. Sehingga, kemungkinan besar hari ini juga tidak hadir.

Selanjutnya, saksi Ivo Wongkaren sendiri merupakan orang dekatnya Herman Herry yang merupakan Ketua Komisi III DPR RI Fraksi PDIP. Ivo mengaku perusahaan milik Herman Herry yaitu Grup PT Dwimukti Graha Elektrindo menjadi pemasok barang-barang untuk pengadaan bansos sembako Covid-19 ke beberapa vendor lainnya.

Selain itu, saksi lainnya yang juga menjadi sorotan adalah, saksi Hotma Sitompul yang merupakan pengacara kondang yang disebut mendapatkan uang sebesar Rp 3 miliar dari Juliari Peter Batubara saat menjabat sebagai Menteri Sosial.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya