Berita

Tim medis di salah satu rumah sakit di Afghanistan/Net

Dunia

Gelombang Ketiga Covid-19 Afghanistan, Rumah Sakit Tutup Pintu Karena Kekurangan Tempat Tidur

SELASA, 15 JUNI 2021 | 09:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Afghanistan saat ini sedang bergulat dengan gelombang ketiga pandemi Covid-19, dengan rekor jumlah infeksi dan kematian yang meningkat di tengah gelombang kekerasan ketika pasukan internasional pimpinan AS mundur dan gerilyawan Taliban melakukan serangan.

Mengutip keterangan pejabat kesehatan lokal, Reuters melaporkan pada Senin (14/6), bahwa sejauh ini telah ada dua rumah sakit utama yang merawat pasien dengan Covid-19 di negara itu yang terpaksa harus menutup pintu mereka untuk pasien baru karena kekurangan tempat tidur.

"Baik rumah sakit Afghan Japan dan Ali Jinnah harus menutup pintu mereka karena mereka tidak memiliki tempat tidur atau sumber daya lagi," kata pejabat kesehatan yang tidak mau disebutkan namanya karena mereka tidak berwenang untuk berbicara secara terbuka tentang masalah tersebut.


Pejabat itu mengatakan kedua rumah sakit, yang dua-duanya ada di ibu kota Kabul, menghadapi kekurangan oksigen dan pasokan medis lainnya.

Wakil juru bicara kementerian kesehatan, Mirwais Alizay mengatakan rumah sakit kadang-kadang harus ditutup karena jumlah pasien yang lebih tinggi tetapi dia membantah bahwa rumah sakit menghadapi kekurangan pasokan yang serius, dengan mengatakan masalah dengan oksigen telah diselesaikan.

Masi Noori, seorang dokter di rumah sakit Afghan Japan, mengatakan tempatnya bekerja telah ditutup untuk pasien baru selama beberapa hari karena kehabisan tempat tidur.

Sementara Eid Wali, kepala rumah sakit Ali Jinnah, mengatakan harus berhenti menerima pasien baru ketika tempat tidur Covid-19-nya penuh.

"Kami hanya memiliki 50 tempat tidur untuk kasus Covid, itu masalah utama," kata Wali kepada Reuters.

Afghanistan melaporkan pada Senin 1.804 kasus Covid-19 baru dan 71 kematian akibat penyakit itu. Secara keseluruhan, ada 93.272 kasus dan 3.683 kematian tetapi dokter mengatakan banyak kasus kemungkinan terlewatkan karena tingkat pengujian yang rendah.

Kelompok hak asasi manusia Amnesty International mengatakan pekan lalu pemerintah perlu segera mendapatkan lebih banyak oksigen dan vaksin.

"Jumlah kasus Covid-19 Afghanistan terus meningkat," kata Zaman Sultani, peneliti Asia Selatan kelompok itu.

"Tanpa dukungan internasional yang mendesak untuk menahan lonjakan ini, situasinya dapat dengan cepat lepas kendali," ujarnya.

Negara, dengan populasi diyakini sekitar 36 juta, telah memberikan sekitar 1 juta dosis vaksin, sebagian besar untuk petugas kesehatan garis depan dan anggota pasukan keamanan.

Pekan lalu, Afghanistan menerima 700.000 dosis vaksin Covid-19 yang dibuat oleh Sinopharm China.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya