Berita

Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini (tengah) didapuk sebagai anggota kehormatan Perguruan Pencak Silat Red Beks /Ist

Politik

Jazuli Juwaini: Pendekar Silat Harus Jaga Kedamaian, Bukan Bikin Takut

SENIN, 14 JUNI 2021 | 20:20 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini didapuk sebagai anggota kehormatan dari Perguruan Pencak Silat Red Beksi.

Jazuli dianggap layak menjadi anggota kehormatan Perguruan Red Beksi karena kiprah dan kepeduliannya memperhatikan perkembangan pencak silat di Indonesia.

Seremoni penobatan dipimpin oleh Ketua Perguruan Red Beksi, H Farid Bustomi dengan menyematkan seragam pencak silat berwarna merah, di Markas mereka Serang Banten, Minggu (13/6).


Dalam sambutannya, Ketua Fraksi PKS DPR RI, yang sejak kecil belajar pencak silat ini mengucapkan terima kasih atas apresiasi sebagai anggota kehormatan Perguruan Pencak Silat Red Beksi. Dirinya akan terus mendukung dan mempromosikan pencak silat sebagai khasanah budaya bangsa.

“Terima kasih kepada Red Beksi dan seluruh perguruan pencak silat khususnya di Banten atas penghormatannya menjadikan saya sebagai warga kehormatan," kata Jazuli dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/6).

Anggota Komisi I DPR RI ini berharap, ke depan seluruh perguruan dan pendekar pencak silat bisa bersatu menjaga pencak silat sebagai warisa budaya.

Politisi PKS ini juga mengajak para pendekar pencak silat untuk bisa menjaga dan mengayomi masyarakat dengan menunjukkan keteladanan pendekar.

“Keberadaan para pendekar silat di tengah masyarakat harus memberikan rasa aman dan bangga, bukan sebaliknya menimbulkan ketakutan. Kita harus munculkan pencak silat yang berbudaya dan bersahabat,” imbaunya.

Jazuli mengakui bahwa potensi dan kekuatan warga pencak silat cukup besar, karena ada beragam perguruan pencak silat di Indonesia, khususnya di Banten. Jika potensi ini dapat dikelola dengan baik, akan berdampak luar biasa bagi pemajuan budaya bangsa.

“Pencak silat harus terus menjadi bagian dari budaya Indonesia. Jangan salah, pencak silat yang awalnya budaya lokal kemudian menjadi budaya bangsa bahkan saat ini diminati beberapa negara dunia," tandasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya