Berita

Gedung pencakar langit Dubai Marina dengan jejeran Marina Super Yacht paling mewah. Ini adalah pariwisata, yang menarik sekitar 16 juta pengunjung setahun sebelum virus corona menyerang, mengalami penurunan parah dalam beberapa bulan pertama pandem/Net

Dunia

Gaya Orang-orang Kaya Di Dubai Menikmati Liburan, Tetap Jaga Jarak Sosial Hingga 'Jauh Secara Sosial'

SENIN, 14 JUNI 2021 | 13:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah aturan pandemi di mana warga harus menjaga jarak dan menghindari keramaian, orang-orang kaya di Dubai memiliki cara bagaimana mereka bisa pergi berekreasi, yaitu  jalan-jalan dengan kapal pesiar.

Lusinan kapal pesiar putih terlihat setiap hari meluncur melalui teluk, kanal, dan pulau-pulau, sementara yang lain berlabuh di sepanjang pantai di perairan Teluk yang menghadap ke cakrawala menara bertingkat tinggi.

Ini adalah 'jalan-jalan ideal' bagi mereka yang berkantung tebal.


"Ini lebih pribadi, Anda hanya bersama keluarga dan teman, dan ini adalah jalan-jalan yang ideal selama pandemi," kata Nada Naeem, warga Saudi berusia 36 tahun yang tinggal di Dubai, yang menikmati liburannya bersama keluarga.

Dubai termasuk wilayah yang cepat tanggap dalam menghadapi pandemi. UEA, yang terdiri dari tujuh Emirates, termasuk Dubai, memperketat aturan protokol kesehatan, dan telah meluncurkan upaya vaksinasi yang energik dengan beberapa tingkat vaksinasi tertinggi di dunia. Sehingga kasus dengan cepat bisa segera turun.

Pelonggaran belum akan dilakukan sampai otoritas yakin bahwa kasus benar-benar sudah sangat rendah.

Warga yang memiliki banyak yang, yang merasa sangat membutuhkan rekreasi di tengah kejenuhan pandemi, kini bisa menikmati jalan-jalan ideal di tengah [andemi tanpa harus khawatir serangan penularan, yaitu dengan kapal pesiar yacht.

Untuk saat ini, kapal pesiar diizinkan beroperasi dengan kapasitas 70 persen

Bagi mereka yang memiliki uang, yacht dianggap sebagai taruhan yang lebih aman.

“Ketika mereka meredakan penyumbatan … orang lebih suka yang diatur, aman dan terlindungi,” kata Mohammed Alsade, manajer Royal Star Yacht Chartered Company, seperti dilaporkan Gulf News.

“Kami mengikuti semua aturan, mendisinfeksi kapal pesiar, dan menyediakan layanan pelanggan yang memadai.”

Untuk saat ini, yacht diizinkan beroperasi pada kapasitas 70 persen.

Bagi mereka yang mampu membayar harga, yacht dianggap sebagai rekreasi yang lebih aman.

“Ketika otoritas memberikan pelonggara aturan, warga memilih rekreasi yang aman dan terlindungi,” kata Mohammed Alsade, manajer Royal Star Yacht Chartered Company.

“Kami mengikuti semua aturan, mendisinfeksi kapal pesiar, dan menyediakan layanan pelanggan yang memadai.”

Perusahaan ini memiliki armada yang mencakup kapal pesiar setinggi 141 kaki (42 meter) yang dapat menampung 80 penumpang dengan kapasitas penuh - jika Anda mampu membayar harga 4.900 dolar untuk pelayaran 3 jam.

Perusahaan sewaan mengatakan minat berperahu pesiar telah meningkat, terutama di antara mereka yang ingin menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga di tengah pandemi.

Yacht yang lebih murah untuk disewa adalah 'Big Daddy' dengan ukuran 90-kaki dan mampu membawa 65 orang. Harga sewany berkisar 1.225 dolar AS dalam 3 jam. Ada pula kapal yang lebih kecil.

Beberapa orang di Dubai mengatakan biayanya menjadi lebih ringan jika dibagi antar kelompok.

“Pada kenyataannya, itu bisa lebih terjangkau daripada makan siang lengkap di restoran,” kata Alsade.

Perusahaan pelayaran kapal pesiar lain juga telah melaporkan peningkatan permintaan untuk persewaan dalam beberapa bulan terakhir di tengah macetnya parwisata selama pandemi.

“Naik kapal semudah tinggal di luar ruangan, jauh dari orang asing dan berkumpul hanya dengan orang-orang tepercaya,” kata Zielan Hertz Palestina, yang telah tinggal di UEA selama lebih dari 30 tahun.

“Anda juga dapat menikmatinya dengan aman bersama anak-anak Anda. Pergi ke tengah laut, ambil bagian dalam aktivitas air dan berenang,” katanya.

Orang-orang kaya meluncur melintasi perairan Dubai dari kapal pesiar yang menawarkan kemewahan, ini  ukan lagi 'jarak sosial' tetapi menjadi  'jauh secara sosial'.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya