Berita

Ibu Toety Heraty/Net

Publika

Kemanusiaan Dan Ibu Toety Heraty

SENIN, 14 JUNI 2021 | 08:37 WIB | OLEH: CHAPPY HAKIM

MINGGU pagi (13/6) saya menerima WA berita duka meninggalnya Ibu Toety Heraty, seorang multi talenta, seorang penulis, psikolog, penyair, perawat benda seni dan juga seorang filsuf yang sangat memperhatikan tentang kemanusiaan.

Saya sendiri belum lama mengenal beliau secara pribadi dan baru berkesempatan bertemu dua kali tatap muka beberapa hari saja sebelum beliau meninggalkan dunia yang fana ini.

Saya kebetulan diajak oleh Dr Nasir Tamara, sahabat saya untuk bergabung dalam kegiatan sosial yang berurusan dengan teman teman para penulis.   Di komunitas itulah saya berkesempatan bertemu muka dengan Ibu Toety Heraty.


Apabila hanya sebatas Nama  tentu saja sudah lama saya kenal  Ibu Toety Heraty, sebagai putri dari mantan Menteri PU dan Menteri Perhubungan RI yang terkenal sebagai Bapak Beton Indonesia Dr. Ir. Roosseno Soerjohadikoesoemo.

Ibu Toety Heraty memang  dikenal luas sebagai seorang yang banyak  bergiat di bidang seni.

Dari perjumpaan pertama dan kedua itu, saya sempat ngobrol berdua dengan Ibu Toety cukup lama , bertukar pikiran dan pengalaman.  Sangat menyenangkan ngobrol dengan beliau yang sangat sarat pengalaman dan tentu saja juga sarat pengetahuan.

Yang mengagumkan adalah tidak ada satu kalimat pun keluar dalam cerita beliau tentang perjalanan hidupnya menceritakan mengenai “kehebatan” ayahnya yang terkenal itu.

Ibu Toety hanya menceritakan tentang bagaimana ayah nya sangat kecewa saat ia memutuskan untuk menghentikan kuliahnya di Fakultas kedokteran di tengah jalan.

Alasannya sangat sederhana, karena Ibu Toety ingin memperoleh pengetahuan tentang kemanusiaan yang ternyata tidak ditemukannya di Fakultas Kedokteran.

Itu sebabnya ia pindah ke Fakultas Psikologi dengan harapan memperoleh apa yang diinginkan yaitu pengetahuan tentang kemanusiaan.   Ketika saya tanyakan apakah pengetahuan kemanusiaan kemudian diperolehnya di fakultas psikologi, ia menjawab tidak juga, walau diakui ia memang telah memperoleh sebagian saja dari pengetahuan kemanusiaan yang di idamkannya.

Itu sebabnya Ibu Toety melanjutkan belajar ilmu Filsafat hingga berhasil memperoleh gelar Doktor (bukan honoris causa) di Universitas Indonesia pada tahun 1979.

Ibu Toety mengatakan kepada saya, dia menemukan tentang kemanusiaan dalam proses belajar ilmu filsafat.

Beliau juga menceritakan betapa setelah ia lulus sebagai Doktor Ilmu Filsafat ia melaporkan diri pada ayahnya sebagai bentuk mempertanggung jawabkan keputusannya saat keluar ditengah jalan ketika menempuh kuliah di fakultas kedokteran.

Ia keluar dari fakultas kedokteran, akan tetapi dia berhasil dengan sukses menyelesaikan program Doktor walau dalam ilmu Filsafat, bukan dibidang kedokteran.

Akan tetapi pencapaiannya itu adalah merupakan sesuatu yang dapat menjawab keinginan tahuannya tentang arti dari kemanusiaan.   Ia menyatakan kepuasannya berhasil menemukan pencariannya selama ini tentang kemanusiaan dalam proses belajar ilmu filsafat.

Sebuah perjalanan hidup yang bukan main sangat mengagumkan, saya sangat terpesona dengan kegigihan beliau itu.   Ngobrol dengan ibu Toety “sangat menyenangkan” seperti halnya bila kita berbicara dengan orang cerdas yang rendah hati, kaya pengalaman dan sekaligus sarat ilmu pengetahuan.

Tidak mengherankan sama sekali bila Ibu Toety dikenal sebagai orang yang banyak bergiat di bidang seni, karena sebagai orang yang sangat gandrung dengan “kemanusiaan” maka pasti perhatian yang besar terhadap “art” adalah merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari unsur “kemanusiaan”.

Dalam rentang waktu yang sangat singkat berkenalan dengan Ibu Toety saya sempat memberikan sebuah buku tulisan saya tentang “Band The Playsets” kepada beliau pada perjumpaan pertama dan pada perjumpaan kedua beliau menyempatkan juga memberi sebuah buku berupa majalah asuhan beliau untuk saya.

Ketika saya tanyakan apa hobi yang paling disenangi , ibu Toety mengatakan dengan nada yang sangat serius dan penuh penghayatan sebuah kalimat pendek penuh makna  “saya sangat senang sekali dengan musik”.

Saya tidak bisa melupakan kalimat ini, karena sejatinya kami telah berencana untuk menyelenggarakan halal bi halal terbatas di Roosseno Plaza hari jumat depan dengan menggelar Band The Playset untuk memenuhi kesenangan beliau akan musik.

Manusia dapat saja membuat rencana, akan tetapi Yang Maha Kuasa lah yang menentukan segalanya.   Kita semua kehilangan seorang Filsuf yang gandrung kemanusiaan, kolektor benda seni, seorang psikolog yang sangat bersahabat dengan siapa saja dan sekaligus seorang yang sangat senang musik.

Selamat Jalan Ibu Toety Heraty.

Penulis adalah mantan KSAU, pendiri Pusat Studi Air Power Indonesia


Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya