Berita

Gedung Putih/Net

Dunia

Untuk Yang Ketiga Kali Keluarga Pilot Rusia Mengirimkan Surat Permohonan Ampunan Kepada Gedung Putih

SABTU, 12 JUNI 2021 | 13:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Gedung Putih telah menerima surat permohonan pengampunan dari keluarga pilot Rusia Konstantin Yaroshenko. Istri Yaroshenko, Viktoria, memastikan bahwa Gedung Putih telah menerima surat itu berdasarkan pemberitahuan yang diterimanya.

Pada akhir Mei, keluarga Yaroshenko menulis surat kepada Biden untuk meminta pengampunan. Surat itu menunjukkan bahwa istri dan anak perempuan pilot hanya dapat melihatnya dua kali selama pria itu dipenjara sejak 2011 lalu.

"Kami hanya bertemu dua kali selama dia dipenjara, yaitu pada 2011 dan 2018," ujar Viktoria, menambahkan bahwa ini apalah upaya mereka yang ketiga agar AS mengampuni suaminya itu, seperti dikutip dari Tass, sabtu (12/6).


Sebelumnya, surat permohonan pengampunan Yaroshenko telah disampaikan ke Kedutaan Besar AS di Moskow. Awalnya, itu tidak diterima oleh misi diplomatik karena tindakan anti-virus corona. Namun, kemudian perwakilan kedutaan mengambil surat itu dari kantor pos.

Upaya ketiga ini diluncurkan setelah Konstantin Yaroshenko, yang dipenjara di AS di sebuah penjara di kota Danbury (Connecticut) atas tuduhan penyelundupan narkoba, mengeluhkan kesehatannya termasuk masalah tekanan darah. Yaroshenko sejak awal pandemi menderita sakit dengan batuk kering dan naoas sesak.

Belakangan, ia menderita ganggua tekanan darah. Sayangnya,  unit perawatan kesehatan mengabaikan keluhannya, sementara permohonannya kepada kepala penjara juga diabaikan.

Yaroshenko ditangkap di Liberia pada 28 Mei 2010. Agen-agen dari Badan Penegakan Narkoba AS yang beroperasi dengan penyamaran, dengan keras menyampaikan bahwa mereka memiliki bukti bahwa Yaroshenko telah bertindak kriminal dengan mengangkut sejumlah besar kokain. Yaroshenko kemudian  dibawa ke Amerika Serikat dan diadili di sana.

Yaroshenko dijatuhi hukuman pada 7 September 2011 dengan hukuman 20 tahun penjara. Yaroshnko menggambarkan penangkapannya sebagai provokasi, konspirasi, dan juga bermuatan politik, dan semua tuduhan terhadapnya palsu.

Pemerintah Rusia menuduh Amerika Serikat menculik Yaroshenko yang melanggar hukum internasional dan kemudian mendeportasinya secara ilegal ke Amerika Serikat. Permintaan Rusia untuk pembebasannya ditolak sejak saat itu. 

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya