Berita

Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri saat menyampaikan orasi pemberian profesor kehormatan oleh Universitas Pertahanan (Unhan)/Ist

Politik

Bicara Peristiwa 1965, Megawati: Ayah Saya Dilengserkan Dan Jadi Rakyat Biasa

JUMAT, 11 JUNI 2021 | 18:17 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Presiden pertama RI, Soekarno meletakkan jabatannya sebagai RI 1 karena dilengserkan pasca perstiwa 1965 silam.

Kisah tersebut disinggung Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri saat menyampaikan orasi pemberian profesor kehormatan oleh Universitas Pertahanan (Unhan), Jumat (11/6).

"Akibat peristiwa politik tahun 1965, saya tidak bisa melanjutkan sekolah dan tentu saja karena ayah saya dilengserkan, hidup sebagai rakyat biasa," tegas Megawati.


Sebelum ke Jakarta, Mega lahir di Yogyakarta dan tinggal di sana saat pusat pemerintahan masih berada di Yogyakarta.

"Jadi praktis keluarga kami, keluarga presiden baru bisa pindah ke Jakarta tahun 1950," sambungnya.

Masa saat ayahnya dilengserkan pun menjadi hal yang sulit baginya dan keluarga.

"Tetapi akhirnya begitulah yang seperti saya katakan, roda berputar," kata Megawati.

Makin bertumbuh, Mega lantas terjun ke dunia politik hingga menjadi anggota DPR tiga periode dari fraksi PDI hingga puncaknya menjadi presiden kelima RI.

"Sejarah memanggil saya untuk pertama kali menjadi anggota DPR RI sampai tiga periode. Terpotong dua tahun karena lalu menjadi wapres dan setelah itu menjadi presiden ke-5 Republik Indonesia," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya