Berita

Aksi ARB di depan parkiran Timur Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Denpasar, Kamis (10/6)/Net

Politik

ARB Ingin Hak Politik Pelaku Korupsi Dihilangkan

JUMAT, 11 JUNI 2021 | 13:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Masalah pokok kebangsaan adalah korupsi. Banyak kasus korupsi terjadi di Indonesia belum tuntas diusut, bahkan tidak terusik. Sejumlah kasus malah melibatkan oknum eksekutif dan legislatif.

Atas alasan itu, sekelompok orang yang menamakan diri sebagai Aliansi Rakyat Bali (ARB) menggelar aksi di depan parkiran Timur Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Denpasar, Kamis (10/6).

Dengan menyebar sejumlah poster dan membentangkan spanduk anti korupsi, mereka ingin menyadarkan masyarakat bahwa masalah pokok kebangsaan adalah korupsi.


Koordinator Aksi Aliansi Rakyat Bali (ARB), Jonathan Kevin menjelaskan bahwa pihaknya tidak ingin ada pengalihan isu korupsi.  Sebab terkadang pandangan rakyat dialihkan dengan isu-isu yang lebih komersil dan lebih mudah dikonsumsi.

“Masalah bangsa saat ini adalah korupsi. Jangan dialihkan dengan isu lain,” ujarnya seperti dikutip dari balipost.com, Jumat (11/6).

Dalam aksi ini, ARB turut membagikan bunga mawar pada warga yang melintas. Mereka turut menyampaikan sejumlah tuntutan seperti penyelesaian kasus-kasus korupsi tanpa tebang pilih sampai ke akarnya dan penghentian pelemahan KPK.

Mereka juga ingin agar pelaku korupsi dihukum dengan menghilangkan hak politik. Para koruptor tidak boleh dipilih lagi menjadi pejabat publik.

“Bangun struktur KPK hingga tingkat kota/kabupaten, dan membangun sistem pembuktian terbalik untuk kasus-kasus korupsi,” tegasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya