Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Polisi China Tangkap 1.100 Orang Terkait Kasus Pencucian Uang Dengan Cryptocurrency

JUMAT, 11 JUNI 2021 | 08:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Lebih dari 1.000 orang ditangkap pihak berwenang China karena terbukti menggunakan hasil kejahatan untuk membeli mata uang kripto.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Kementerian Keamanan Publik dalam sebuah pernyataan pada Rabu (9/6) waktu setempat.

Mereka menyebut ada sebanyak 1.100 orang yang ditangkap pihak kepolisian China, di mana mereka terlibat dalam pencucian uang dengan cara membeli aset kripto.


"Para pencuci mengenakan komisi kepada klien untuk mengubah hasil ilegal menjadi mata uang virtual melalui pertukaran kripto," kata kementerian itu, tanpa menguraikan berapa jumlah uang yang digunakan dalam kejahatan itu, seperti dikutip dari AFP, Kamis (10/6).

China melarang perdagangan aset kripto atau cryptocurrency pada tahun 2019 dan semakin memperketat pembatasan Penambangan Bitcoin (Bitcoin Mining) - salah satu cara untuk mendapatkan Bitcoin.

Pada bulan April, wilayah utara Mongolia Dalam menutup semua tambang cryptocurrency, mengklaim bahwa mereka gagal memenuhi target konsumsi energi tahunan.

Wilayah ini menyumbang delapan persen dari daya komputasi yang dibutuhkan untuk menjalankan blockchain global, buku besar online untuk mencatat transaksi bitcoin.

Itu lebih tinggi dari jumlah daya komputasi yang didedikasikan untuk blockchain di seluruh Amerika Serikat.

Provinsi Qinghai di barat laut mengumumkan larangan serupa pada penambangan cryptocurrency pada hari Rabu, tetapi tidak ada data yang tersedia tentang ukuran operasi di wilayah tersebut.

Nilai Bitcoin jatuh pada bulan Mei di tengah peringatan yang dikeluarkan oleh Beijing kepada investor terhadap perdagangan spekulatif dalam cryptocurrency.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Harga iPhone di Indonesia Naik Juli 2026, Cek Daftar Harga Terbaru Semua Seri

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:21

Investasi Masyarakat, BRI Hadirkan ORI030 dengan Kupon Hingga 7%

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:13

IPW Desak Polri Periksa Febrie Adriansyah usai Akui Rumah Sentul Miliknya

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:09

Apa Saja Hak Pegawai Usai Kena PHK? Ini Daftar Hak yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:08

Berpotensi Abuse of Power, Jampidsus Febrie harus Dinonaktifkan

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:56

Jampidsus Febrie Adriansyah Ajari Kortastipidkor Polri Cara Tangani Kasus Batu Bara

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:51

Modal Dukungan 34 DPD, Wihaji Maju Jadi Ketum Ormas MKGR

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:30

Pakar Hukum: Temuan 74 Kg Emas Cukup jadi Alasan Kuat Jampidsus Mundur

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:17

KPK Periksa LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah, Ditemukan Dugaan Penggunaan Nominee

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:15

Tegang! Gedung Promoter Dijaga Puluhan Brimob Bersenjata Lengkap Jelang Konferensi Pers

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:05

Selengkapnya