Berita

Presiden Prancis Emmanuel Macron ditampar oleh warga saat kunjungan di Tain-L'Hermitage, Prancis, Selasa 8 Juni 2021/Net

Dunia

Penampar Presiden Macron Terancam Hukuman Empat Bulan Penjara

JUMAT, 11 JUNI 2021 | 06:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pengadilan Prancis menetapkan Damien Tarel, pria yang menampar Presiden Emmanuel Macron, bersalah dan menghukumnya dengan kurungan empat bulan.

Selama persidangan yang berlangsung pada Kamis (10/6), Damien yang aktif dalam gerakan rompi kuning 'Yellow Vests", mengaku bersalah telah menampar Presiden.

"Pria itu, yang diidentifikasi sebagai Damien Tarel, telah mengakui selama persidangan bahwa ia memukul atau menampar Kepala Negara dan mengucapkan kata-kata yang mencela politik," kata jaksa penuntut umum Alex Perrin dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Euro News.


Macron telah ditampar wajahnya oleh seorang pria dalam kunjungan resmi ke tenggara Prancis, Selasa (8/6). Dalam video yang beredar di media sosial, nampak Macron yang mengenakan masker hitam berjalan mendekati pagar penghalang untuk menyapa warga dalam kunjungannya ke desa Tain-l'Hermitage di wilayah Drome.

Macron bermaksud menyalami warga saat tiba-tiba seorang pria menamparnya sambil berteriak 'Turunkan Macron-isme' dan 'Montjoie, Saint-Denis' -- sebuah seruan perang Kerajaan Prancis lama, mengacu pada panji Raja Charlemagne.

Polisi segera mengamankan dua pelaku, Damien Tarel dan Arthur  tak lama setelah insiden itu. Keduanya dituduh melakukan tindakan kekerasan terhadap seseorang yang memegang otoritas publik. Keduanya terancam hukuman hingga tiga tahun penjara dan denda 45.000 euro.

Walaupun mengaku bersalah, Damien mengatakan bahwa apa yang dilakukannya itu di luar kesadarannya karena rasa ketidakpuasannya terhadap Macron, kata jaksa.  

Sementara Arthur akan menghadapi persidangan pada pekan depan serta tuduhan pelanggaran terkait dengan senjata ilegal yang ditemukan di rumahnya saat polisi menggeledah kamarnya, menurut jaksa.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya