Berita

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit serta beberapa pejabat saat meninjau vaksinasi massal di Bandung/Ist

Kesehatan

'Serbu' Bandung, Panglima TNI: Vaksinasi Bagian Strategi Lawan Covid-19

KAMIS, 10 JUNI 2021 | 16:23 WIB | LAPORAN: MEGA SIMARMATA

Sedikitnya 10 ribu orang akan mendapatkan vaksin secara cuma-cuma dalam kegiatan serbuan vaksinasi massal Covid-19 di Kota Bandung pada 10 sampai 11 Juni 2021.

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto yang hadir langsung dalam kegiata tersebut mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat yang ingin divaksin.

Hanya saja, dia berpesan selama menjalani proses vaksinasi ini harus terus menjaga protokol kesehatan yang ada.


"Melaksanakan vaksinasi ini tentunya adalah strategi kita agar segera terlepas dari pandemi Covid-19," ucap Hadi didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit di Bandung, Kamis (10/6)

Hadi juga mengingatkan, meski nantinya telah melakukan vaksinasi, diimbau untuk tetap menggunakan masker.

"Hal ini dilakukan demi diri kita sendiri dan orang-orang lain di sekitar kita yang harus sama-sama dijaga. Jangan sampai terkena Covid-19," ucapnya.

Selain itu Hadi juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam kegiatan vaksinasi massal tersebut.

"Saya juga ucapkan terima kasih kepada mereka yang mendampingi saya pada saat ini seperti Gubernur Jabar, Kepala BNPB, dan Kapolri," ucap Panglima TNI.

Hal senada disampaikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Ia mengatakan, masyarakat yang sudah divaksin harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

"Jadi yang sudah divaksin maupun yang masih dalam proses, saya mengingatkan tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan," demikian Listyo.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya