Berita

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik/Net

Politik

KPK Sudah Benar, Lemhannas Sarankan Komnas HAM Buka Komunikasi

KAMIS, 10 JUNI 2021 | 15:53 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) disarankan untuk menjalin komunikasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkenaan dengan tes wawasan kebangsaan (TWK) yang disoal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo yang melihat ada yang aneh dengan sikap Komnas HAM menelusuri dugaan pelanggaran HAM dalam TWK pegawai KPK.

Menurutnya, komunikasi antara KPK dan Komnas HAM penting sebagai introspeksi tentang fungsi, peran, dan kewenangannya pada lembaga masing-masing.


"Bagaimanapun, KPK dan Komnas HAM itu tidak jauh dari fungsi pemerintahan. Coba dibuka komunikasi, jangan serta merta kemudian dilihat dari perbedaan (lembaga)," kata Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (10/6).

Dari kacamata Lemhannas, tidak ada yang salah dengan lembaga antirasuah, terlebih dengan tuduhan pelanggaran HAM dalam TWK. Sebab kedudukan KPK hanya menjalankan perintah undang-undang, sedangkan penyelenggara TWK adalah Badan Kepegawaian Negara (BKN) bersama beberapa lembaga.

Pimpinan KPK, yakni Firli Bahuri pun sama sekali tak terlibat langsung dalam seleksi pegawai menjadi ASN.

"Ketua KPK tidak menentukan lulus atau tidaknya, dan tidak (berkaitan) dengan persoalan yang ada di tes tersebut," demikian Agus.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya