Berita

Menteri Kesehatan Thailand Anutin Charnvirakul/Net

Dunia

Thailand Selidiki Penyebab Kematian Seorang Perempuan Penerima Vaksin AstraZeneca

KAMIS, 10 JUNI 2021 | 11:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Kesehatan Thailand Anutin Charnvirakul memastikan akan melakukan penyelidikan kematian seorang perempuan berusia 46 tahun usai menerima vaksin AstraZeneca.

Ha ittu disampaikannya saat menyampaikan belasungkawa kepada keluarga perempuan bernama Panyapat Itthithanawong tersebut,  yang tinggal di distrik Bang Khen di Bangkok.

Bangkok Post
melaporkan pada Kamis (10/6), bahwa Panyapat menerima dosis vaksin AstraZeneca pada Selasa (8/6) pagi dan mulai merasa sakit beberapa jam setelah dia kembali ke rumah. Dia kemudian mengalami demam tinggi dan sakit kepala, serta mengeluh merasa lelah. Dia kemudian minum 2 tablet obat penghilang rasa sakit dan gejalanya tampak mereda, kecuali sakit kepala yang semakin parah.


Keponakannya, yang merawatnya, mengatakan perempuan itu kemudian meminum obat yang diresepkan untuk migrain. Sekitar 15 menit kemudian, dia berjuang untuk bernapas dan mengalami kejang, sebelum akhirnya jatuh pingsan. Keponakannya lalu menelepon tetangga dan paramedis, tetapi sayang nyawanya tidak tertolong.

Atthapol Meeseang dari polisi Bang Khen membenarkan keterangan yang mengatakan perempuan tersebut sedang menjalani pengobatan untuk meredakan migrain. Dapat dipahami bahwa beberapa dokter telah memperingatkan agar tidak menggunakan obat penghilang rasa sakit untuk mengobati efek samping vaksin.

Pemeriksaan awal menunjukkan wanita itu menderita sirkulasi darah tidak teratur dan masalah jantung.

Menkes Anutin mengatakan penyelidikan kematiannya akan mempertimbangkan kondisi kesehatan yang mendasari wanita itu sebelum divaksinasi, serta menentukan apakah dia menderita efek samping yang parah atau alergi terhadap vaksin.

Dia mengatakan sementara pejabat kesehatan mengakui bahwa beberapa orang mungkin mengalami efek samping setelah vaksinasi terhadap Covid-19, itu jarang terjadi.

Tim kepolisian Thailand telah mengkonfirmasi otopsi telah dilakukan dan mereka mengharapkan hasilnya dalam waktu 45 hari.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya