Berita

Lambang KPK/Net

Hukum

Saksi Bansos Ngaku Diintimidasi Oleh Penyidik KPK, Kepala Hampir Dihajar Pakai Keyboard Komputer

KAMIS, 10 JUNI 2021 | 09:20 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menangani perkara suap bantuan sosial (bansos) sembako Covid-19 di Kementerian Sosial (Kemensos) ternyata dilaporkan salah satu saksi ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

Sejak beberapa hari ini, saksi itu menceritakan soal laporannya ke Dewas KPK kepada Kantor Berita Politik RMOL.

Dia telah melaporkan dua penyidik KPK pada pertengahan Februari 2021 di saat proses penyidikan perkara dengan tersangka Juliari Peter Batubara selaku mantan Menteri Sosial masih berlangsung di KPK.


Dua penyidik yang dilaporkan itu berinisial MP dan PN. Dia melaporkan dua penyidik tersebut karena diduga melakukan pelanggaran kode etik.

Kedua penyidik dilaporkan atas dugaan melakukan intimidasi dan ancaman kepada saksi sebanyak tiga kali. Pada saat penggeledahan, diperiksa di KPK, hingga memberikan kabar bohong kepada atasan atau bos di tempat kerja yang membuat saksi dipecat atau kehilangan pekerjaan.

Dia dipecat dari tempat kerjanya sekitar akhir Januari 2021, tepat saat dia sedang cuti ke luar negeri.

Padahal, saksi tersebut mengaku sudah cuti secara resmi untuk urusan medis. Akan tetapi, penyidik yang dilaporkan itu diduga menyampaikan kabar yang seolah-olah dia menjadi calon tersangka dalam perkara bansos.

Bahkan, dia sempat disebut sedang melarikan diri ke luar negeri.

Ancaman dan intimidasi penyidik, katanya, juga dilakukan saat penggeledahan rumah. Dia mengaku diancam akan dimasukkan ke dalam penjara.

Ancaman tersebut disaksikan langsung oleh tetangga hingga ketua rukun tetangga (RT) yang secara langsung mengikuti penggeledahan rumahnya.

Sementara untuk di ruang penyidik, dia mengaku dipaksa untuk dikaitkan dengan salah satu anggota DPR RI. Bahkan penyidik sempat akan menghajar kepalanya dengan keyboard komputer lantaran terus menolak untuk mengikuti apa yang dipaksakan penyidik.

Kepada redaksi, saksi memastikan tidak sama sekali ada kaitannya dengan apa yang dituduhkan penyidik kepadanya.

Saksi ini sudah diperiksa sebanyak dua kali oleh Dewas. Pemeriksaan dilakukan secara virtual melalui Zoom Meeting. Dia juga tengah dipanggil sebagai pelapor untuk dikonfrontir.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya