Berita

Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag, Belanda/Net

Dunia

Pengadilan Belanda: Rudal BUK Yang Tembak Jatuh Pesawat Malaysia Di Ukraina Adalah Milik Angkatan Darat Rusia

KAMIS, 10 JUNI 2021 | 06:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Hakim di pengadilan Belanda mengklaim bahwa ada bukti pesawat Malaysia MH17 yang jatuh di Ukraina pada 2014 silam, disebabkan oleh ledakan luar yang disebabkan oleh rudal Buk buatan Rusia.

Hakim pada Selasa (8/6) membacakan bukti dalam persidangan di Belanda terhadap empat tersangka buronan, yaitu tiga orang Rusia dan seorang warga negara Ukraina. Keempatnya dituduh menembak jatuh pesawat MH17 pada 17 Juli 2014 dan menewaskan 298 orang di dalamnya. Di antara mereka yang tewas adalah 38 warga negara dan penduduk Australia.

Penerbangan MH17 dari Amsterdam ke Kuala Lumpur jatuh di sebuah lapangan di wilayah yang dikuasai oleh separatis pro-Rusia yang berperang melawan pasukan Ukraina setelah ditembak jatuh dengan apa yang dikatakan penyelidik internasional sebagai 'rudal darat-ke-udara' milik Rusia.


Para ahli telah menyatakan bahwa kerusakan pada lambung (pesawat) kompatibel dengan sistem rudal Buk dan hulu ledak Buk.

"Tidak ditemukan kerusakan yang tidak sesuai dengan skenario itu, atau yang mengindikasikan skenario lain,” kata hakim Hendrik Steenhuis, seperti dikutip Sydney Morning, Kamis (9/6).

Penyeidikan bertahun-tahun berhasil mengumpulkan bukti. Pada Mei 2018, Tim penyelidik internasional menyimpulkan bahwa peluncur rudal yang digunakan untuk menembak jatuh pesawat itu adalah milik Angkatan Darat Rusia, tepatnya Satuan Brigade Rudal Anti-Pesawat ke-53.

Pemerintah Belanda menganggap Moskow bertanggung jawab. Namun, Rusia membantah terlibat.

Keempat tersangka diadili secara in absentia. Setelah satu tahun sebagian besar persidangan prosedural, hakim mengumumkan dimulainya fase pembuktian pada hari Senin (7/6).

Minggu ini majelis hakim secara khusus akan melihat untuk menentukan jenis rudal apa yang mengenai pesawat, dari mana ditembakkan, dan apakah keempat tersangka dapat dimintai pertanggungjawaban.

“Ini tentang: apakah itu rudal Buk atau bukan?” tanya Hans de Borst, yang kehilangan putrinya dalam kecelakaan itu, mengatakan sebelum sidang.

“Saya pikir pertanyaannya sudah dijawab oleh pengadilan," katanya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya